Bunga Tapak Dara, Si Kecil Yang Berkhasiat Besar

  • 21 Okt 2024 12:21 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Bunga tapak dara (Catharanthus roseus) atau Madagascar periwinkle merupakan tanaman berbunga indah yang banyak ditemukan di pekarangan rumah. Bunga ini memiliki warna yang mempesona, mulai dari putih, merah muda, hingga ungu.

Tanaman asal Madagaskar ini tidak hanya dikenal karena kecantikannya, tetapi juga karena kandungan dalam daun dan akarnya yang bisa dijadikan obat herbal. Bunga ini sering digunakan untuk mengobati penyakit kanker, sakit tenggorokan, diabetes, batuk, dan berbagai kondisi medis lainnya.

Tahukah Anda bahwa daun tapak dara dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan kadar gula darah? Berikut beberapa manfaatnya:

  1. Zat Anti Kanker

Tapak dara mengandung alkaloid seperti vincristine dan vinblastine, yang memiliki kemampuan melawan kanker, seperti leukemia, limfoma, dan kanker payudara.

2. Menurunkan Kadar Gula Darah

Daun dan bunga tapak dara sering digunakan untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi. Daunnya dapat diseduh menjadi teh, diminum di pagi hari, atau dikonsumsi dengan cara langsung mengunyah 3-4 lembar.

3. Meredakan Hipertensi

Daun tapak dara memiliki sifat vasodilator yang membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah menurun, sehingga dapat mengatasi hipertensi.

4. Menyembuhkan Luka

Ekstrak etanol dari tanaman tapak dara diyakini mempercepat proses penyembuhan luka. Daunnya dihancurkan dan digunakan sebagai salep alami yang dioleskan pada luka infeksi.

5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Senyawa dalam bunga tapak dara mampu meningkatkan sistem imun. Ekstraknya merangsang produksi sel darah putih yang berperan melawan infeksi, sehingga membantu memperkuat pertahanan tubuh.

Bunga tapak dara bukan hanya tanaman yang mempercantik taman, tetapi juga memiliki khasiat kesehatan yang luar biasa. Namun, penggunaan daun tapak dara harus dilakukan dengan hati-hati, karena dapat menimbulkan efek samping jika tidak digunakan dengan benar.

Meskipun termasuk obat herbal, tetap diperlukan pengawasan medis dalam pemakaiannya.(DR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....