Ikatan Dokter Anak Kaji Ilmiah Terkait Susu Ikan
- 30 Sep 2024 19:50 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI) Pusat tengah menerjunkan tim nutrisinya untuk membuat kajian ilmiah
terkait susu Ikan. Sebelumnya, susu ikan santer diberitakan menjadi sumber
protein alternatif dalam program makan bergizi gratis.
Hal itu dikemukakan oleh Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), Dr Piprim Basarah Yanuarso, Senin (30/9/2024). Ia menimbang jika susu ikan masih memerlukan kajian lebih.
“Yang terpenting adalah menggalakkan agar anak-anak mau makan makanan asli(real food), bukan olahan. Anak sehat butuh ikan sungguhan yang diolah penuh cita rasa,” ujarnya di sela Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak di Semarang.
Selain masuk dalam pangan ultra -proses, susu Ikan dinilainya juga tidak efektif dari segi harga. Menurutnya, kandungan protein dari telur justru lebih tinggi dengan harga yang sama.
"Contohnya satu telur mengandung 6 gram protein, harganya Rp 2000. Ikan itu, jadi susu ikan kandungan 6 gram protein, 1 sachet-nya harganya sekitar Rp12.000," katanya.
Meski demikian, ia masih mengkaji manfaat susu ikan bagi anak-anak dengan kondisi medis tertentu. Dalam hal ini, susu ikan bisa menjadi alternatif pengganti sapi serupa susu kedelai.
"Contoh pada anak-anak sakit yang butuh makanan cair berbentuk susu tapi alergi laktosa alergi susu sapi. Misalkan ada tempat yang mungkin, ya ini kita harus melakukan kajian dulu," ujarnya.
Piprim berharap menu protein lokal hewani tidak akan terlewatkan dalam program makan siang bergizi gratis. Protein lokal hewani itu bisa dalam bentuk daging merah, bekicot, belalang, ayam, telur, entung sesuai dengan daerah masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....