Fakta Zebra Cross , Sebagai Simbol Keselamatan
- 17 Jan 2025 10:34 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung : Zebra Cross berasal dari Inggris pada tahun 1940-an. Pada masa itu, pihak berwenang di Inggris sedang mencari cara untuk meningkatkan keamanan para pejalan kaki saat menyeberang jalan. Mereka mencoba berbagai macam desain dan pola untuk penyeberangan, hingga akhirnya memilih pola garis-garis hitam-putih seperti yang kita kenal sekarang. Desain ini dianggap lebih mencolok dan mudah terlihat oleh pengemudi.
Pola garis-garis ini mengingatkan pada corak kulit zebra yang bergaris hitam dan putih. Karena kemiripannya, orang-orang mulai menyebutnya sebagai "zebra crossing," atau penyeberangan zebra. Nama ini kemudian menyebar ke berbagai negara dan menjadi istilah umum yang digunakan hingga sekarang.
Dilansir dari laman historicengland dan smithsonianmag, tak semua negara menyebut garis penyeberangan jalan sebagai zebra cross. Ada sejumlah negara di Eropa yang menyebutnya panda cross. Sebab, hewan pemamah bambu itu punya warna bulu yang juga hitam-putih.
Semua bermula ketika pemerintah kota setempat melihat angka kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki terus meningkat. Maka, untuk memberikan perlindungan, sang pemangku kebijakan membuat penanda yang mengharuskan kendaraan mengurangi kecepatan atau berhenti sejenak saat ada pejalan kaki yang mau melintas.
Mulanya, garis penyeberangan jalan bukan menggunakan perpaduan warna hitam-putih, melainkan biru-kuning. Namun, pada kondisi tertentu, kombinasi warna tersebut kurang terlihat jelas. Itulah mengapa, dipilih warna lain yang dirasa lebih kontras
Konon, marka ini dibuat karena saat itu sering terjadi tabrakan antara pengemudi dengan pejalan kaki. Sehingga, marka ini lahir untuk memperingatkan jalur ini aman untuk melintasi jalan.
Pola hitam-putih pada zebra cross memiliki tujuan tertentu. Kontras warna hitam dan putih membuat penyeberangan lebih mudah terlihat dari kejauhan, baik oleh pengemudi kendaraan maupun pejalan kaki. Saat pengemudi melihat pola ini, mereka tahu bahwa ada jalur khusus bagi pejalan kaki, sehingga mereka akan lebih waspada dan bersiap untuk berhenti. Selain itu, pola garis-garis ini juga efektif di berbagai kondisi pencahayaan. Pada siang hari, garis-garis putih terlihat jelas di antara aspal hitam, sedangkan pada malam hari, garis putih ini sering kali memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga tetap terlihat.
Penyeberangan zebra cross dirancang untuk meningkatkan keamanan pejalan kaki. Dengan adanya tanda ini, pengemudi diharapkan untuk memberikan prioritas bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang. Di banyak negara, hukum bahkan mengharuskan kendaraan berhenti jika ada orang yang akan menyeberang di zebra cross.
Walaupun zebra cross dibuat untuk melindungi pejalan kaki, tetap penting bagi kita untuk berhati-hati saat menyeberang. Sebelum melangkah ke jalan, pastikan kendaraan telah berhenti dan selalu tengok kanan dan kiri untuk memastikan keamanan.
Menariknya, zebra cross tidak selalu berwarna hitam dan putih di semua negara. Beberapa negara menggunakan warna berbeda sesuai dengan peraturan atau estetika jalan mereka. Di Jepang, misalnya, zebra cross sering kali berwarna putih penuh tanpa garis hitam, namun tetap berfungsi dengan prinsip yang sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....