Penerapan Etika dengan Nuwun Sewu atau Nyuwun Sewu?
- 02 Jul 2024 08:25 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Masih ada di antara masyarakat Jawa yang sering kurang tepat dalam memakai kosa kata bahasa Jawa saat berkomunikasi sehingga mengakibatkan konteks percakapan terkesan aneh. Kekurangtepatan tersebut berupa kesalahan pelafalan dan penggunaan.
Kosa kata bahasa Jawa umumnya dipahami orang Jawa sejak kecil, biasanya digunakan dalam interaksi sosial sehari-hari. Banyak pernyataan yang menjelaskan bahwa orang Jawa terkenal kaya perbendaharaan kata, bahkan saking kayanya, terkadang mereka kebingungan dalam membedakan mana kosa kata yang benar dan yang salah.
Suatu contoh yang sering kita jumpai dalam keseharian dalam kosa kata bahasa Jawa, jika kita ingin berterima kasih kepada orang lain. Dengan kesopanan, kita hanya perlu mengucapkan nuwun,;jika ingin lebih sopan lagi bisa menggunakan matur nuwun atau matur sembah nuwun.
Namun, banyak orang Jawa lebih familiar dengan kosa kata suwun dan matur suwun. Padahal, suwun adalah kata dasar yang dalam bahasa Indonesia artinya minta.
Jika ditelisik dari konteks percakapan semula yang mana kita ingin berterima kasih, justru mengucapkan kata yang bermakna minta. Kosa kata nuwun dan suwun, memang hanya berbeda pada huruf awalnya saja, tapi keduanya memiliki arti yang berbeda pula.
Kosa kata nuwun sewu atau nyuwun sewu, bagi masyarakat Jawa sangat familiar dan berperan besar untuk menunjukkan etika kepada orang lain. Karena pada umumnya digunakan sebagai simbolisasi rasa sopan santun, misal ketika hendak lewat di depan orang tua dengan maksud meminta permisi.
Lalu, manakah yang lebih tepat penggunaan kata nyuwun sewu atau nuwun sewu? Nuwun sewu mempunyai arti permisi, tergolong dalam satu kesatuan frasa yang mana kedua kata di dalamnya saling melengkapi.
Jika salah satu katanya dikurangi atau diganti, dapat menimbulkan makna baru. Dalam ilmu bahasa Jawa frasa ini disebut camboran.
Menariknya, banyak sekali masyarakat Jawa yang mengganti kata nuwun dengan nyuwun (meminta) yang pada akhirnya menjadi nyuwun sewu yang bermakna meminta seribu. Hal ini tentu melesat jauh dari maksud untuk meminta permisi ketika berbicara dengan orang lain.
Pembenahan bisa dimulai dari pembiasaan berbahasa yang benar dari diri sendiri. Memperbanyak bacaan atau mengkonsumsi berbagai konten medsos berbahasa Jawa adalah cara mudah untuk memperbaiki sebuah bahasa.
Pembenahan bisa dimulai dari pembiasaan berbahasa yang benar dari diri sendiri. Memperbanyak bacaan atau mengkonsumsi berbagai konten medsos berbahasa Jawa adalah cara mudah untuk memperbaiki sebuah bahasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....