Mengenal Kepiting Bakau

  • 07 Jun 2024 15:21 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang : Ada banyak jenis kepiting yang bisa diolah dan dikonsumsi sebagai masakan yang lezat. Salah satu di antaranya adalah kepiting bakau.

Apa itu kepiting bakau? Yuk simak ulasan berikut ini.

Dikutip dari Pertanianku, kepiting bakau adalah salah satu jenis kepiting dalam komoditas perairan yang cukup menjanjikan. Maka dari itu, banyak orang melakukan budi daya kepiting ini.

Nama ilmiah dari kepiting bakau adalah Scylla serrata. Seiring perkembangannya, ditemukan fakta bahwa kepiting bakau terdiri dari empat spesies.

Empat spesies tersebut adalah Scylla olivacea, Scylla paramomasain, Scylla serrata, dan Scylla tranquebarica. Dalam bahasa Inggris, kepiting bakau dikenal dengan nama mangrove crab, mud crab, atau Indo-Pasific swamp crab.

Kepiting bakau biasanya hidup di daerah rawa bakau, perairan payau yang merupakan campuran air laut dan tawar. Banyak orang menyebut hewan ini sebagai kepiting lumpur.

Kepiting bakau identik dengan karapas atau cangkangnya yang berwarna lumpur sedikit kehijauan. Tangkai matanya terdapat pada bagian depan.

Capit sebelah kanan biasanya lebih besar daripada capit sebelah kiri. Di ujungnya ada tanda berupa warna kemerahan.

Kepiting jantan dan betina dapat dibedakan saat telah dewasa. Ciri kelamin berbentuk segitiga runcing yang menempel pada bagian perut dimiliki kepiting jantan. Sedangkan yang betina, kelaminnya berbentuk membulat dan capitnya lebih besar daripada yang jantan.

Memiliki tiga pasang kaki yang kokoh dan sama bentuknya, dan sepasang kaki di bagian belakang dengan ruas ujung menyerupai daun, menjadi ciri lain dari kepiting bakau. Bagian perut pada kepiting jantan cenderung ramping, sedangkan yang betina, bentuk abdomennya menyebar.

Kepiting bakau pada umumnya dimasak dengan bumbu asam manis ataupun saus padang. Dengan rasa yang lezat dan daging yang lembut, menjadikan kepiting ini makanan favorit banyak orang.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....