Inovasi Recycle Aluminium Unwahas Lolos Ajang Kewirausahaan Mahasiswa 2026

  • 06 Okt 2026 11:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang lolos dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2026 dengan membawa inovasi Recycle Aluminium Casting. Melalui inovasi tersebut, mahasiswa Fakultas Teknik Unwahas mengolah limbah aluminium seperti kaleng bekas menjadi produk baru yang memiliki nilai guna sekaligus potensi ekonomi.

Wakil Rektor III Unwahas, Dr. Ratih Pratiwi, mengatakan keikutsertaan dalam KMI Expo menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kreativitas. “Kami ingin mahasiswa Unwahas tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk berinovasi, menciptakan produk, dan membangun jiwa kewirausahaan,” ujarnya dalam siaran pers Selasa 6 Oktober 2026.

Melalui Recycle Aluminium Casting, tim mahasiswa mengangkat persoalan limbah aluminium yang masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Limbah tersebut diolah melalui proses casting untuk menghasilkan bentuk dan produk baru sesuai kebutuhan.

Inovasi itu sekaligus membawa pesan bahwa material yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat memiliki nilai apabila dikelola melalui kreativitas, teknologi dan pendekatan kewirausahaan. Produk yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memiliki fungsi, tetapi juga mendukung semangat keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya secara lebih bijak.

Menariknya, keikutsertaan Unwahas dalam KMI Expo 2026 tidak hanya mengedepankan inovasi produk. Melalui tema “Wirata: Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”, Unwahas memadukan kreativitas mahasiswa dengan identitas budaya lokal Semarang.

Identitas budaya Semarangan ditampilkan melalui figur Warak Ngendog yang menjadi bagian dari konsep karnaval Unwahas. Perpaduan budaya, kreativitas dan inovasi tersebut menjadi upaya memperkenalkan potensi lokal melalui karya mahasiswa di tingkat yang lebih luas.

“Apa yang dilakukan mahasiswa melalui Recycle Aluminium Casting menunjukkan bahwa persoalan di sekitar kita dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan sebuah inovasi. Limbah aluminium yang sebelumnya dipandang sebagai barang sisa dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” katanya.

Ia menegaskan Unwahas akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, pendampingan dan fasilitasi pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Pengembangan karya, kata dia, tidak seharusnya berhenti setelah kompetisi berakhir, tetapi perlu dilanjutkan agar memiliki keberlanjutan dan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap keikutsertaan ini tidak berhenti pada kompetisi. Yang lebih penting adalah bagaimana karya mahasiswa dapat terus dikembangkan, memiliki keberlanjutan, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Dr. Imam Syafaat, mengatakan keberhasilan lolos KMI Expo 2026 diharapkan mendorong semakin banyak mahasiswa berani mengembangkan gagasan kreatif menjadi produk nyata. Kampus juga terus mendorong budaya akademik yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi keilmuan, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi dan menciptakan peluang.

Menurut Imam, keikutsertaan dalam KMI Expo menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide mulai dari tahap konseptual hingga menghasilkan produk yang dapat dipresentasikan. Meskipun hasil yang diraih belum maksimal, pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Ini pengalaman yang sangat berharga untuk evaluasi setelah melawan 219 PTN dan PTS se-Indonesia. Kami akan menyiapkan strategi yang lebih baik tahun depan agar kami dapat juara,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....