BRIDGE Center FK Undip Dukung Pendidikan, Riset dan Olahraga
- 03 Okt 2026 11:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) meresmikan Boedi Rahardjani Diponegoro Gym and Exercise (BRIDGE) Center di Fakultas Kedokteran (FK) Undip, Sabtu 3 Oktober 2026. Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-65 FK Undip yang diawali dengan kegiatan senam bersama dan jalan sehat.
Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, SE, M.Si. mengatakan, kehadiran BRIDGE Center menunjukkan komitmen FK Undip dalam menghadirkan fasilitas yang mendukung kebutuhan mahasiswa dan civitas akademika. Pembangunan fasilitas tersebut juga mendapat dukungan dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Medica FK Undip. Nama BRIDGE Center diambil dari Boedi Rahardjani, yang merupakan keluarga alumni FK Undip juga berkiprah di KONI.
"Kami berterima kasih. FK sangat agresif untuk memberikan banyak fasilitas-fasilitas baru kepada teman-teman mahasiswa, didukung oleh IKA Medica, keluarga alumni dari FK," katanya. BRIDGE Center tidak hanya diperuntukkan sebagai fasilitas kebugaran, tetapi juga memiliki fungsi yang lebih luas untuk pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
"Manfaat dari center ini untuk education, kemudian ada research-nya juga, kemudian juga ada penelitian kepada masyarakat. Saya rasa ini komplit untuk rehabilitasi medis," ujarnya
Suharnomo menambahkan, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pola hidup sehat civitas akademika, khususnya di lingkungan Fakultas Kedokteran Undip. Selain pengembangan fasilitas, Undip juga mendorong penguatan kontribusi FK dalam bidang olahraga.
Menurut dia, selama ini sejumlah bidang di FK Undip telah terlibat dalam kegiatan olahraga, antara lain melalui departemen gizi dan sport science serta kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
"Kami sangat terlibat di banyak kegiatan oleh FK, di KONI, dari Departemen Gizi, kemudian sports science," katanya. Ke depan, kontribusi tersebut diharapkan dapat dilembagakan lebih kuat melalui pengembangan pendidikan bidang olahraga yang memiliki program bergelar.
Dengan demikian, kontribusi Undip tidak hanya bertumpu pada individu, tetapi dapat memberikan dukungan yang lebih sistematis bagi pengembangan olahraga di Jawa Tengah dan Indonesia. "Mudah-mudahan ke depan kita bisa lembagakan lebih mapan lagi, tidak hanya individu-individu yang memberikan manfaat bagi KONI dan olahraga di Jawa Tengah, nasional. Tetapi kita bisa lembagakan dalam bentuk pendidikan yang bergelar juga," jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Undip Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K) mengatakan, berbagai peralatan yang tersedia di BRIDGE Center memang menyerupai fasilitas gym atau pusat kebugaran. Namun, pemanfaatannya tidak sebatas untuk olahraga kebugaran, fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung pendidikan dan penelitian, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan fungsi organ tubuh.
"Kalau kita melihat seperti alat-alat gym kita sebetulnya, tapi ini nanti manfaatnya tidak hanya untuk seperti di fitness center semata, tapi juga untuk pendidikan, research," kata Prof. Yan. Ia menjelaskan, dari sisi pendidikan, BRIDGE Center dapat digunakan untuk mempelajari keterkaitan aktivitas fisik dengan kesehatan, termasuk fungsi jantung dan berbagai organ tubuh.
FK Undip, lanjutnya, juga memiliki sumber daya manusia yang mendukung pengembangan sport medicine dan bidang terkait. Selain itu, terdapat tenaga ahli yang memiliki keterkaitan dengan dunia olahraga dan KONI. "Harapannya itu Undip kembali berperan dalam dunia sport di Indonesia, prestasi olahraga, kompetisi," ujarnya.
Prof. Yan menegaskan, rangkaian Dies Natalis ke-65 FK Undip tidak hanya diarahkan untuk memperingati perjalanan institusi, tetapi juga menegaskan manfaat keberadaan fakultas bagi masyarakat. "Sebetulnya harapannya adalah kemanfaatan untuk masyarakat, kesehatan masyarakat, dan untuk status kesehatan dan keunggulan bangsa Indonesia. Ujungnya adalah itu," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....