Internasionalisasi, USM Siapkan Program Double Degree

  • 03 Okt 2026 11:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Semarang (USM) dan National United University (NUU), Taiwan, mulai mematangkan kerja sama akademik melalui pengembangan program Double Bachelor’s Degree. Program bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi (TI) dan Sistem Informasi (SI), Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM berlangsung secara daring melalui Google Meet pada Kamis 1 Oktober 2026.

Kepala International Office USM Albert, S.E., M.M., Ph.D., mengatakan, program tersebut dirancang untuk menghubungkan masa studi mahasiswa di USM dengan pengalaman akademik di NUU Taiwan. Dalam rancangan awal, mahasiswa akan menempuh dua tahun pertama pendidikan di USM sebelum melanjutkan tahapan berikutnya di NUU.

“USM dan NUU mencapai kesepakatan untuk mengembangkan skema Double Bachelor’s Degree Program yang diarahkan khusus bagi mahasiswa Prodi TI dan SI FTIK USM,” kata Albert.

Menurut dia, mahasiswa nantinya akan mengikuti mata kuliah bidang utama dan capstone project di NUU dengan mekanisme transfer kredit yang masih akan disepakati kedua institusi. Program tersebut juga dirancang untuk memberikan pengalaman akademik sekaligus memperkuat kemampuan bahasa Mandarin mahasiswa.

Dalam rancangan yang dipresentasikan NUU, mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran Bahasa Mandarin secara intensif sebanyak 15 jam per minggu selama tahun ketiga. Peserta juga diwajibkan mengikuti Test of Chinese as a Foreign Language (TOCFL) dan mencapai level B1 sebelum memasuki tahapan tahun keempat.

Pada tahap selanjutnya, mahasiswa akan diarahkan mengikuti industry internship untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri. Skema tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan kurikulum serta sistem akademik yang berlaku di kedua universitas.

NUU juga mempresentasikan sejumlah persyaratan awal bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program. Di antaranya kemampuan Bahasa Mandarin minimal level A1, posisi akademik pada kelompok 20 persen teratas di program studi atau angkatan, sertifikasi peringkat akademik dari USM, surat rekomendasi profesor, serta autobiography dan personal statement.

Albert menegaskan, persyaratan tersebut belum bersifat final karena masih akan dibahas bersama USM. Penyesuaian diperlukan agar ketentuan program selaras dengan sistem akademik, kurikulum, serta regulasi yang berlaku di kedua institusi.

Dalam skema gelar yang dibahas, mahasiswa tetap memperoleh satu gelar dari USM dengan keterangan bahwa mahasiswa mengikuti program Double Bachelor’s Degree. Mekanisme akademik dan administrasi terkait pencantuman keterangan tersebut juga masih akan dimatangkan dalam pembahasan lanjutan.

Albert mengatakan, International Office USM berperan menjembatani komunikasi dengan mitra internasional, sementara fakultas dan program studi akan memastikan kesesuaian akademik serta kesiapan implementasi program. Untuk tahap awal, pengembangan Double Bachelor’s Degree difokuskan pada Prodi TI dan SI FTIK USM.

“Kedua program studi selanjutnya akan membahas kesesuaian kurikulum, sistem kredit, persyaratan mahasiswa, serta mekanisme pelaksanaan bersama NUU,” ujarnya.

Pembahasan lanjutan rencananya digelar pada pertengahan Oktober 2026 untuk mematangkan aspek akademik dan teknis sebelum program dikembangkan lebih lanjut. USM dan NUU akan menggunakan pertemuan tersebut untuk menyelaraskan berbagai ketentuan yang masih dalam tahap pembahasan.

Sementara itu, tindak lanjut terdekat kerja sama akademik kedua universitas akan dilakukan melalui Join Lecture pada 7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Cybersecurity and Artificial Intelligence for Academic Transformation”.

Dari USM, Join Lecture dijadwalkan menghadirkan Dr. Aria Hendrawan dan Victor Gayuh Utomo sebagai pembicara. Dua pembicara lainnya berasal dari NUU Taiwan dan masih menunggu konfirmasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....