POEMA 2026, UPGRIS Kenalkan Kehidupan Kampus dan Organisasi Mahasiswa

  • 30 Sep 2026 20:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengenalkan kehidupan akademik dan kemahasiswaan kepada mahasiswa baru melalui Pekan Orientasi Mahasiswa (POEMA) 2026. Kegiatan yang digelar di Balairung UPGRIS tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa yang baru memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Presiden BEM UPGRIS Mochammad Afriano mengatakan POEMA tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan kampus. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun solidaritas antarmahasiswa baru sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk mengenal organisasi dan mengembangkan potensi diri.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan kehidupan akademik dan kemahasiswaan, membangun solidaritas di antara mahasiswa. Memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal organisasi dan mengembangkan potensi diri," katanya dalam siaran pers, Rabu 30 September 2026.

Rangkaian POEMA 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari agenda akademik, PIESQ, pengenalan kehidupan kemahasiswaan, hingga pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Mahasiswa baru juga mendapat kesempatan mengenal berbagai pilihan aktivitas di luar kegiatan perkuliahan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Ekspo Ormawa yang menjadi salah satu ruang interaksi antara mahasiswa baru dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan UPGRIS. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru dapat memperoleh gambaran mengenai organisasi yang tersedia sekaligus mempertimbangkan kegiatan yang sesuai dengan minat dan potensinya.

POEMA 2026 akan ditutup dengan agenda inagurasi pada Sabtu (3/10) mendatang. Penutupan tersebut menjadi akhir dari rangkaian orientasi sekaligus menandai dimulainya perjalanan mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan di UPGRIS.

Rektor UPGRIS, Dr Sapto Budoyo menegaskan kegiatan orientasi mahasiswa baru harus berlangsung dalam suasana yang aman dan positif. Ia menekankan tidak boleh ada kekerasan, baik secara verbal maupun fisik, selama proses pengenalan kehidupan kampus.

“Masa awal mahasiswa memasuki perguruan tinggi seharusnya menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan kampus dan membangun relasi dengan sesama mahasiswa. Orientasi juga perlu diarahkan untuk membantu mahasiswa mengembangkan potensi diri tanpa praktik perpeloncoan,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, lanjut dia, kegiatan orientasi diharapkan menjadi tahap awal yang positif bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi. “Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan kegiatan akademik, tetapi juga memperoleh ruang untuk membangun jejaring dan menemukan aktivitas kemahasiswaan yang sesuai dengan minat mereka,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....