Ancaman Siber Mulai Mengancam Pelajar
- 21 Sep 2026 14:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kasus deepfake pornografi kini mulai menyasar pelajar di lingkungan sekolah. Fenomena ini berbeda dari kasus deepfake yang selama ini menyasar figur publik.
Beberapa laporan menyebutkan siswa menjadi korban rekayasa foto oleh teman sekolahnya sendiri. Foto wajah yang diambil dari media sosial pribadi dapat disalahgunakan tanpa sepengetahuan korban.
Kemudahan akses aplikasi berbasis kecerdasan buatan memperbesar risiko kasus semacam tersebut dapat terjadi. Pelaku bahkan dapat melakukannya dengan cepat dan mudah.
Kasus semacam tersebut sering kali menimbulkan perundungan tambahan di lingkungan sekitar korban. Korban dapat mengalami tekanan sosial, baik secara daring maupun kehidupan nyata.
Sebagian sekolah masih belum memiliki prosedur yang jelas untuk menangani kasus deepfake ini. Guru dan pihak sekolah sering merasa kesulitan dalam membedakan ini sebagai kasus kejahatan siber atau kenakalan biasa.
Orang tua juga dinilai perlu lebih waspada terhadap jejak digital anak-anaknya. Komunikasi terbuka soal kejahatan siber penting dibangun sejak usia dini.
Perlindungan hukum untuk pelajar dari kasus semacam ini juga masih terbatas. Undang-undang sebagai payung untuk tindak kejahatan ini juga dinilai perlu diperkuat implementasinya.
Pelaporan kasus juga idealnya melibatkan pihak sekolah, orang tua, serta aparat. Penanganan yang bersifat cepat dan tertutup juga penting untuk menjaga kondisi psikologis korban.
Kasus deepfake di lingkungan pelajar menegaskan bahwa ancaman ini dapat menyasar siapa saja. Perlindungan anak di ranah digital juga perlu jadi prioritas bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....