Unwahas Kembangkan Alat Peraga Sirkumsisi, Kurangi Ketergantungan Produk Impor

  • 19 Sep 2026 14:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang mendorong hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah alat peraga praktikum sirkumsisi atau sunat untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif alat peraga yang selama ini masih banyak didatangkan dari luar negeri. Wakil Rektor III Unwahas Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Hilirisasi, Kewirausahaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Ratih Pratiwi, mengatakan ketergantungan terhadap produk impor menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menghasilkan produk dalam negeri.

“Pengembangan hasil penelitian menjadi produk aplikatif sejalan dengan program IDEA Unwahas yang meliputi Internasionalisasi, Digitalisasi, Entrepreneurship, dan Leadership, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Aswaja,” katanya dalam press realese Jumat 18 September 2026.

Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Dr. Imam Syafa’at, mengatakan alat peraga sirkumsisi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran.

“Unwahas mengembangkan alat peraga untuk sirkumsisi karena saat ini alat peraga untuk praktik mahasiswa Fakultas Kedokteran masih diimpor dari luar negeri. Akibatnya, biaya praktikum menjadi mahal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, alat peraga yang dikembangkan tidak hanya lebih terjangkau dari sisi biaya produksi. Akan tetapi juga menggunakan material dengan karakteristik yang menyerupai kulit manusia.

“Keunggulannya, selain lebih murah, elastisitas bahannya menyerupai kulit manusia. Dengan demikian, saat digunakan untuk latihan tindakan sirkumsisi, alat peraga ini lebih mudah digunakan dan tidak mudah sobek,” jelasnya.

Dalam pengembangan produk tersebut, Fakultas Teknik berperan dalam aspek rekayasa dan pengembangan alat. Sedangkan Fakultas Kedokteran memberikan masukan terkait kebutuhan serta praktik pembelajaran klinis.

Unwahas juga terus mendorong agar kolaborasi lintas disiplin tersebut menghasilkan lebih banyak produk penelitian yang dapat masuk tahap hilirisasi dan dimanfaatkan masyarakat.Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan penggunaan produk dalam negeri dan pengembangan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Dalam kegiatan Nostalgia Dugderan dan Bazaar Expo, berbagai hasil penelitian dan inovasi sivitas akademika Fakultas Teknik Unwahas turut dipamerkan. Di antaranya alat sasaran tembak WahidArmor yang telah memiliki paten, aplikasi permainan atau game, serta maket pabrik kimia interaktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....