Menag: Semarak MTQ Harus Diiringi Penghayatan Al-Qur’an

  • 13 Sep 2026 12:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan agar kemeriahan berbagai kegiatan dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tidak berhenti pada seremoni. Semarak Al-Qur’an harus berjalan seiring dengan penghayatan dan pendalaman nilai-nilainya dalam kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Quran se-Jawa Tengah di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada Sabtu 12 September 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 5.000 peserta itu menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang.

Menag mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai tingginya partisipasi menunjukkan semangat masyarakat dalam menyambut berbagai kegiatan yang mengangkat nilai-nilai Al-Qur’an.

Namun, ia menekankan bahwa semangat tersebut perlu dilanjutkan dengan upaya memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an. “Yang kita harapkan ke depan adalah bukan hanya semarak, tetapi juga penghayatan dan pendalaman,” ujarnya.

Menurutnya, semarak tanpa pendalaman akan membuat syiar Al-Qur’an tidak berjalan secara utuh. Sebaliknya, pendalaman yang tidak diiringi semangat untuk menyebarluaskan nilai-nilai Al-Qur’an juga dinilai memiliki kekurangan.

“Kesemarakan tanpa pendalaman itu pincang, tapi pendalaman semata tanpa ada kesemarakan itu pincang juga,” tegasnya.

Nasaruddin kemudian mengaitkan dua kegiatan tersebut dengan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, MTQ menjadi momentum untuk menghadirkan semarak syiar Al-Qur’an, sedangkan Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Quran dapat menjadi ruang untuk memperkuat penghayatan serta pendalaman terhadap kitab suci.

“Maka itu ada MTQ di sana, kesemarakannya, dan di sini ada pendalamannya. Jadi perkawinan antara pendalaman dan penghayatan itu yang akan melahirkan insan kamil, manusia paripurna,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Unissula yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan. Nasaruddin menilai kampus tersebut memiliki lingkungan yang mendukung penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala besar.

“Saya sangat berbangga di kampus kita yang sangat cantik ini, sangat bersih, sangat Islami,” katanya.

Menag berharap rangkaian MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan perhelatan besar. Akan tetapi juga mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....