Entaskan Kemiskinan, Kemenko PMK Gelar Workshop Digital

  • 12 Sep 2026 14:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Workshop Digital Marketing sebagai bagian dari Pilot Project Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Transformasi Digital. Kegiatan di Auditorium RRI Semarang pada Sabtu 12 September 2026 ini terlaksana berkat kolaborasi bersama LPP RRI Semarang, Universitas Terbuka, Ikatan Alumni Universitas Terbuka, Work From Desa, dan Kawasan Produksi Widuri.

Program ini diselenggarakan guna mengentas kemiskinan dengan cara membuka akses teknologi serta informasi bagi masyarakat. Lewat pelatihan ini, para peserta didorong untuk memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sumber penghasilan baru.

Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal Kemenko PMK, Leo Efriansa, menyebut program ini ditujukan bagi kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi dan sosial. Ia menegaskan pentingnya membuka peluang ekonomi baru yang inklusif bagi seluruh lapisan warga.

"Kita ingin membuka bagi mereka alternatif sumber penghasilan yang legal, produktif, inklusif, dan berkelanjutan melalui ekonomi digital," kata Leo saat menyampaikan sambutan.

Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat memperkuat literasi digital serta menghadirkan program edukatif yang berdampak nyata. LPP RRI Semarang pun menyatakan siap menjadi mitra strategis dalam mendukung penyebarluasan informasi tersebut.

Kepala LPP RRI Semarang, Bambang Dwiana, berharap para peserta tidak hanya berhenti pada pemahaman teori semata. Ia menekankan bahwa keterampilan praktis sangat dibutuhkan agar peserta bisa langsung bersaing di dunia digital.

"Harapan kami sepulang dari kegiatan ini, para peserta khususnya, membawa keterampilan yang dapat langsung dipraktikkan, kemudian mampu menyusun strategi digital marketing," ujar Bambang.

Sejumlah peserta dari berbagai latar belakang daerah mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian workshop pemasaran digital ini. Mereka dinilai sangat membutuhkan wadah pelatihan praktis guna meningkatkan peluang usaha serta memperluas jangkauan pasar.

Salah satu peserta asal Blora, Bekti Nita Surtiana, mengungkapkan keinginannya untuk langsung menerapkan ilmu yang didapat dari acara tersebut. Ia merasa pelatihan ini memberikan dorongan motivasi besar bagi pengembangan usahanya di desa.

"Harapannya bisa mengamalkan yang didapat seperti marketing digital ini bisa menambah, apa namanya... berkembangnya, bisa menggunakan media sosial untuk ber-marketing gitu," tutur Bekti. (Nadira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....