Bukan Sekadar Debu, Ini Bahaya Abu Vulkanik dari Erupsi Gunung Berapi
- 09 Sep 2026 06:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak 4 September 2026 lalu, menimbulkan dampak yang cukup masif akibat sebaran abu vulkanik. Material ini menjadi salah satu yang cukup berbahaya, sebab partikelnya dapat terbawa angin sangat jauh dan memiliki berbagai dampak.
Walaupun disebut dengan abu vulkanik, nyatanya material tersebut bukan merupakan hasil dari proses pembakaran. Abu vulkanik sendiri terbentuk dari fragmen batuan dan mineral, yang berbentuk sangat kecil dan terlontar ke udara saat gunung berapi mengalami erupsi.
Ketika magma dan gas dari dalam gunung api keluar dengan tekanan tinggi, material tersebut dapat pecah menjadi partikel-partikel berukuran sangat kecil. Partikel inilah yang kemudian membentuk awan abu dan dapat jatuh ke permukiman warga.
Abu vulkanik mengandung sejumlah mineral dan unsur, diantaranya silika, alumunium, besi, kalsium, magnesium, dan lain sebagainya. Material yang terkandung dalam abu vulkanik ini bersifat keras, kasar, serta tidak larut dalam air.
Salah satu kandungan yang dianggap berbahaya adalah silika, yang merupakan pecahan kaca vulkanik dan kristal silika yang tajam. Partikelnya yang sangat kecil dapat masuk ke saluran pernapasan, terutama jika berada di wilayah terdampak tanpa perlindungan memadai.
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Kelompok seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati ketika terjadi hujan abu.
Selain berdampak pada kesehatan, abu vulkanik juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti aktivitas penerbangan. Abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang serta merusak komponen pada pesawat terbang, yang akhirnya membuat operasional sejumlah bandara di Jawa dan Sumatera sempat dihentikan sementara.
Abu vulkanik juga berdampak pada bangunan, terutama pada bagian atap yang berpotensi mengalami kerusakan. Sebab endapan abu dalam jumlah yang sangat besar, dapat menambah beban pada bangunan sehingga perlu ditangani dengan tepat.
Dampak lainnya dapat dirasakan pada sektor pertanian dan lingkungan. Abu yang menutupi daun dapat mengganggu proses tumbuhan mendapatkan cahaya, sementara material vulkanik juga berpotensi mencemari sumber air.
Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak erupsi perlu mengurangi paparan langsung terhadap abu vulkanik. Menggunakan pelindung pernapasan, kacamata, serta mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....