Teliti Relasi Gender dan Posisi Sinden, FISIP Undip Gandeng Peneliti Malaysia

  • 31 Agt 2026 16:25 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) menggandeng peneliti dari University of Nottingham Malaysia untuk mengkaji posisi dan pengalaman perempuan yang berprofesi sebagai sinden dalam seni pertunjukan tradisional Indonesia. Penelitian bertajuk The Social Arena Landscape of Indonesian Women Traditional Singer Performativity tersebut melibatkan peneliti Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Undip dan Dr. Dag Yngvesson, Assistant Professor dari School of Humanities, University of Nottingham Malaysia.

Penelitian menjadi bagian dari skema Penelitian Publikasi Internasional Bereputasi (PPIB) FISIP Undip Tahun 2026. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Surakarta dan Yogyakarta pada 21-22 Agustus 2026, dengan Dr. Hapsari Dwiningtyas Sulistyani, S.Sos., M.A., M.Si. sebagai ketua penelitian.

Dekan FISIP Undip, Prof. Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional, khususnya dalam kajian komunikasi, budaya, gender, dan seni pertunjukan. “Kehadiran beliau merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional, khususnya dalam bidang penelitian yang berkaitan dengan komunikasi, budaya, gender, dan seni pertunjukan,” ujarnya melalui siaran pers, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Teguh, FISIP Undip memberikan dukungan terhadap penelitian tersebut. Ia menilai riset dengan cakupan internasional tidak hanya penting untuk memperkuat reputasi perguruan tinggi, tetapi juga perlu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini didukung penuh oleh FISIP Undip. Kegiatan yang berskala internasional seperti ini terlebih sangat berdampak positif bagi masyarakat kita,” jelasnya.

Ia mengatakan penguatan kolaborasi internasional dan riset berkualitas juga sejalan dengan upaya Undip menuju World Class University. Kontribusi nyata kepada masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi.

Dalam proses penelitian, tim melakukan observasi pertunjukan wayang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang, bersama dalang Ki Sigid Ariyanto. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung kehadiran dan interaksi sinden dalam ruang pertunjukan wayang.

Penelitian juga dilakukan dengan melibatkan delapan sinden di Semarang yang memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda. Sementara di Yogyakarta, tim melibatkan enam sinden dari berbagai latar belakang.

Dr. Hapsari Dwiningtyas Sulistyani mengatakan pengumpulan data tersebut dilakukan untuk melihat pengalaman sinden secara lebih beragam. Sinden tidak hanya ditempatkan sebagai pelaku seni pertunjukan, tetapi juga sebagai perempuan yang berhadapan dengan norma budaya, relasi sosial, serta ekspektasi terhadap tubuh dan suara perempuan.

“Penelitian ini berupaya melihat sinden bukan hanya sebagai bagian dari pertunjukan. Akan tetapi, sebagai subjek yang memiliki pengalaman, suara, dan agensi dalam ruang sosial dan budaya tempat mereka berada,” ungkap Hapsari.

Sementara itu, Dr. Dag Yngvesson mengatakan penelitian mengenai perempuan dalam praktik budaya tradisional penting dilakukan karena ruang budaya juga berkaitan dengan persoalan gender dan relasi kuasa. “Penelitian mengenai perempuan dalam praktik budaya tradisional penting dilakukan karena ruang budaya tidak pernah terlepas dari persoalan gender dan relasi kuasa,” jelasnya.

Menurut Dag, pengalaman para sinden dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana perempuan menjalankan peran sekaligus menegosiasikan posisi mereka dalam ruang sosial dan budaya. Penelitian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa praktik budaya lokal memiliki relevansi untuk dikaji dalam diskursus akademik internasional.

Kolaborasi FISIP Undip dengan peneliti University of Nottingham Malaysia juga menjadi upaya memperluas jejaring kerja sama akademik lintas negara. Skema PPIB FISIP Undip Tahun 2026 menargetkan luaran berupa artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus dan/atau artikel prosiding internasional terindeks Scopus.

Melalui penelitian ini, FISIP Undip tidak hanya mengkaji praktik seni tradisional. Akan tetapi, juga berupaya membawa pengalaman perempuan pelaku seni serta dinamika budaya Indonesia ke dalam percakapan akademik di tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....