Summit Youth Aljiro- Smansa Usung Tujuh Agenda Transformasi Pendidikan Menengah

  • 27 Agt 2026 11:02 WIB
  •  Semarang
Konversikan Bonus Demografi Jadi Kekuatan Bangsa

RRI.CO.ID, Semarang - Youth & Social Issues Summit yang menjadi bagian strategis Reuni Akbar Aljiro–Smansa 2026 telah berakhir dan mengusung tujuh agenda transformasi pendidikan menengah. Forum yang berlangsung di Hotel Santike Premiere Semarang, baru-baru ini, ditutup dengan Youth Declaration 2026 dan National Policy Brief dalam dua dokumen.

Ketujuh agenda itu ialah pemerataan kualitas pendidikan, kesehatan mental, future readiness, literasi digital dan AI, kemitraan dengan dunia usaha dan industri, penguatan kapasitas guru, serta partisipasi generasi muda. Kedua dokumen tersebut menjadi legacy intelektual Summit sekaligus kontribusi Aljiro-Smansa kepada Pemerintah dalam penguatan pendidikan menengah dan pembangunan Human Capital menuju Indonesia Emas 2045.

Rektor Undip Prof Dr Suharnomo yang juga Ketua Komite Smansa Semarang menekankan, kualitas lulusan perguruan tinggi tidak terlepas dari kualitas intake. "Karena itu, pendidikan menengah perlu semakin berkualitas, merata, dan inklusif, agar perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang memperkuat industri, produktivitas, daya saing, dan Human Capital Indonesia," katanya.

Youth Summit yang didukung PT Pertamina (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), diikuti sekitar 250 siswa, guru, akademisi, pemerintah, dunia usaha/industri, dan alumni lintas generasi. Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan Ir Moch Abduh PhD, mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Sejumlah siswa hadir dalam acara Youth Summit 2026.
Perlu Membangun Ekosistem Pendidikan

Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji (alumni angkatan 1970), Ketua Umum Aljiro Smansa periode sebelumnya, menegaskan, pentingnya Human Capital Development dalam konteks Indonesia Emas 2045. "Bonus demografi harus dikonversi menjadi kekuatan bangsa melalui pendidikan berkualitas, produktivitas, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," ungkapnya.

President SDG Centre Undip Prof Bulan Prabawani (1995) turut menyampaikan laporan kerja bersama timnya, yakni hasil proses berbulan-bulan berupa kajian, FGD, dan Survei Nasional Siswa SLTA yang melibatkan hampir 500 responden dari berbagai daerah Indonesia. Hasilnya menjadi evidence base bagi penyusunan National Policy Brief sekaligus bahan dialog dalam Summit dan draft kerangka deklarasi dan draft Policy Brief.

Dari perspektif generasi muda dan dunia profesional, Youth Talks hadir bersama penggiat sociopreneur dan founder Inspigo, Yoris Sebastian, guru, stand-up comedian dan content creator dengan jutaan followers, Mukmin, serta young talent Pertamina yang menjabat Sr Execurive di Regional Jawa Bagian Tengah, Sulaiman Sindapati. Ketiganya berbagi perspektif mengenai future skills, kreativitas, kesiapan dunia kerja, serta kompetensi menghadapi perubahan teknologi dan industri.

Diskusi Youth Summit yang dipandu Ketua Umum Aljiro Smansa.

Diskusi selepas makan siang berlangsung hangat dan interaktif dipandu Ketua Panitia Reuni Akbar, Koeshartanto (1980) yang sekaligus Ketua Umum ALJIRO–SMANSA 2026–2031, sebagai moderator. Dialog mempertemukan DUDI, perspektif pemerintah, akademisi, industri, pendidik, dan generasi muda, bergerak dari evidence dan isu menuju solusi serta rekomendasi konkret.

"Indonesia Emas 2045 sedang kita persiapkan hari ini. Mereka yang sekarang berada di pendidikan menengah, dua dekade lagi akan menjadi pemimpin dan tulang punggung produktivitas negeri. Memperkuat mereka hari ini adalah investasi sekaligus legacy kita bersama" ujar Koeshartanto.

Summit juga diperkuat kehadiran para guru besar dan pemerhati pendidikan alumni, antara lain Prof Zainuri (1980), Prof Daniel (1980), Prof Sri Purnomo (1980), Prof Urip (1980), dan Prof Witjaksono (1980) dkk yang turut memperkaya kualitas dan perspektif diskusi. Hadir pula Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji (1990) dan Hendrar Prihadi/Hendi (1990), mantan Wali Kota Semarang.

Seno dan Hendi hadir dalam perspektif pemerintah daerah menyoroti pentingnya membangun ekosistem pendidikan. Sekaligus kesempatan agar generasi muda semakin siap memasuki dunia kerja dan mengambil peran menuju Indonesia Emas 2045.

Youth Summit menjadi satu kesatuan dengan rangkaian Reuni Akbar lainnya: Mubes dan regenerasi kepengurusan, Heritage Journey dan revitalisasi sekolah, Legacy Tree, Culture Night, donor darah, Kelas Kita, serta UMKM & Community Bazaar. Selain itu juga ada Fun Run 5K/Fun Walk menghadirkan dimensi pendidikan, sosial, kesehatan, lingkungan, heritage, ekonomi kerakyatan, dan kebersamaan lintas generasi.

Mengangkat tema “Beyond Nostalgia, From School to Nation”: reuni bukan sekadar kembali mengenang masa lalu, tetapi juga menyatukan generasi, meninggalkan legacy, dan memberi kembali kepada Indonesia. Dukungan Pertamina melalui CSR, khususnya lewat pilar Pertamina Cerdas (pendidikan dan literasi) serta Pertamina Berdikari (pemberdayaan dan inovasi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....