Riset Kampus Jangan Berhenti Jadi Jurnal, Harus Beri Solusi bagi Masyarakat

  • 25 Agt 2026 13:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Perguruan tinggi didorong tidak hanya menghasilkan riset untuk memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat. Inovasi yang dihasilkan akademisi dinilai perlu diimplementasikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Dosen Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (USM), Dr. Saiful Hadi, mengatakan riset yang sekadar menghasilkan kebaruan untuk kebutuhan tesis, disertasi, maupun publikasi berbeda dengan inovasi tepat guna. “Ketika inovasi itu benar-benar tepat guna, dibutuhkan masyarakat, itu benar-benar inovasi yang bisa diimplementasikan di masyarakat luas,” ujar Saiful dalam Dialog Semarang Menyapa RRI, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurutnya, selama ini masih banyak hasil penelitian akademisi yang berhenti dalam bentuk jurnal, paper, buku, maupun luaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Publikasi tetap menjadi bagian penting dalam dunia akademik, namun hasil riset perlu didorong agar tidak berhenti sebagai dokumen.

“Tidak hanya sekadar penelitian saja, tetapi kebaruan ini bisa dirasakan. Bisa diimplementasikan pada masyarakat luas sehingga pengetahuan ini berdampak pada masyarakat,” katanya.

Saiful mencontohkan salah satu hasil riset akademisi USM berupa teknologi resapan horizontal yang dikembangkan untuk membantu mengatasi persoalan banjir. Inovasi tersebut telah disandingkan dengan Pemerintah Kota Semarang dan diterapkan di sejumlah titik, antara lain di wilayah Pekalongan Sari dan Jabungan.

Ia menilai persoalan di masyarakat, termasuk banjir, membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi. Oleh karena itu, hasil penelitian perlu dipertemukan dengan kebutuhan pemerintah maupun masyarakat agar dapat diimplementasikan secara tepat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Saiful menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan dunia industri. Menurutnya, kampus tidak dapat hanya mengandalkan pendanaan internal untuk mengembangkan seluruh hasil riset hingga tahap implementasi.

Ia menyebut dukungan dapat berasal dari hibah pemerintah maupun kerja sama dengan industri dan perusahaan yang menjadi mitra perguruan tinggi. “Kalau kita hanya mengandalkan kampus tentunya kita bisa kurang bergerak bebas,” tuturnya.

Saiful berharap para peneliti, khususnya dosen dan peneliti muda, mulai menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses penelitian. “Tidak ada kesuksesan tanpa kolaborasi, dengan kolaborasi dengan dosen senior, masyarakat, dan industri, itu akan menghasilkan sebuah hal yang lebih sukses,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....