Atasi Sampah Menumpuk, KKN Tim II Undip Bangun Insinerator di Desa Jrakahpayung
- 21 Agt 2026 20:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, meresmikan unit insinerator sederhana di RT 01/RW 01 Dukuh Jrakahpayung, baru-baru ini. Peresmian ditandai dengan demonstrasi langsung penggunaan alat, menyusul proses pembangunan yang berlangsung sejak 11 hingga 13 Agustus 2026.
Sistem pengelolaan sampah di Desa Jrakahpayung masih didominasi kebiasaan warga membakar sampah secara mandiri, sementara program bank sampah sebelumnya belum berjalan optimal secara berkelanjutan. KKN-R Tim II Undip menghadirkan unit insinerator sebagai pemusatan pemusnahan sampah yang lebih terkontrol, sekaligus mengintegrasikan edukasi perubahan perilaku dan pemanfaatan limbah limbah secara lebih produktif.
Koordinator Mahasiswa KKN-R Tim II Undip Desa Jrakahpayung, Ricky Purnomo Bayu Aji menjelaskan, pembangunan insinerator ini merupakan jawaban atas keresahan warga terkait tumpukan sampah yang selama ini hanya dibakar secara mandiri tanpa pengelolaan yang jelas. "Kami melihat langsung bagaimana warga kesulitan mengelola sampah rumah tangga mereka. Melalui program ini, kami berupaya menghadirkan solusi yang sederhana namun tepat guna, agar bisa dioperasikan dan dirawat sendiri oleh warga setelah program KKN selesai," ujarnya.
Ricky menuturkan, unit insinerator dibangun secara bertahap selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Agustus 2026, oleh mahasiswa KKN bersama warga RT 01/RW 01 Dukuh Jrakahpayung. Kolaborasi ini berlangsung hingga struktur insinerator siap diuji coba dan dioperasikan secara mandiri oleh warga setempat.
Menurut dia, sasaran utama program ini adalah warga RT 01/RW 01 Dukuh Jrakahpayung selaku pengelola operasional dan penerima manfaat langsung, serta perangkat desa dan pengurus RT untuk membangun komitmen bersama. Program ini bertujuan memastikan pengawasan, pemeliharaan, dan perawatan fasilitas berjalan secara berkelanjutan.
Pada 14 Agustus 2026, kata dia, digelar demonstrasi penggunaan insinerator sekaligus peresmian fasilitas secara resmi, dihadiri warga, perangkat desa, dan pengurus RT. Warga diperlihatkan langsung cara pengoperasian alat, mulai dari dari pemasukan sampah hingga proses pembakaran yang jauh lebih terkontrol dibanding pembakaran mandiri seperti sebelumnya.
Pihaknya menjelaskan, program pembangunan insinerator ini merupakan wujud kontribusi KKN-R Tim II Undip Desa Jrakahpayung 2026 terh erhadap capaian SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Program ini turut mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih sehat dan berkelanjutan di Desa Jrakahpayung.
Kepala Desa Jrakahpayung, Amat Rozokin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi KKN-R Tim II Undip dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah baqi warga. "Insinerator ini menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan warga, dan kami berharap unit percontohan ini bisa segera direplikasi di dukuh-dukuh lain," ujarnya.
Program ini berhasil mendirikan satu unit insinerator sederhana yang terbangun kokoh dan beroperasi optimal di RT 01/RW 01 Dukuh Jrakahpayung. Fasilitas ini juga berfungsi sebagai proyek percontohan (pilot project) pengelolaan sampah bagi wilayah lain di Desa Jrakahpayung.
Keberhasilan tata kelola unit ini diharapkan menginspirasi Pemerintah Desa untuk mereplikasi pembangunan insinerator serupa di dua wilayah permukiman lainnya, yaitu Dukuh Langkap dan Dukuh Limban Limbangan. Replikasi ini diharapkan memperluas manfaat pengelolaan sampah yang lebih terkontrol bagi lebih banyak warga Desa Jrakahpayung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....