Tingkatkan Potensi Desa, KKN Undip Latih Pengelolaan Sampah 3R dan Bank Sampah
- 18 Agt 2026 16:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro (Undip) sukses menyelenggarakan program kerja Pengelolaan Sampah Berbasis Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) di Balai Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, baru-baru ini. Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan pengelolaan sampah di Desa Jrakahpayung yang selama ini belum tertangani secara terstruktur.
Mahasiswa KKN Undip, Hudan Al Birra Pamungkas selaku penanggung jawab program mengatakan, pengadaan sarana pendukung pengelolaan sampah di desa tersebut memerlukan perencanaan anggaran yang jelas. Hal itu agar usulan program dapat diajukan secara terarah kepada pemerintah desa.
Dengan menyasar masyarakat Desa Jrakahpayung, kata dia, program ini bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, membentuk kelompok pengelola sampah, serta menyediakan sarana pendukung seperti bank sampah, komposter, dan tempat pembuangan sementara. Program ini juga mengintegrasikan aspek ekonomi dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai tambah.
"Langkah itu sekaligus mendukung kebersihan lingkungan, ketahanan pangan melalui pupuk organik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa," kata mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Program ini dirancang agar memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi lingkungan desa.
"Kami melihat permasalahan sampah di Desa Jrakahpayung sebenarnya memiliki potensi besar untuk ditangani apabila ada perencanaan program yang terarah. Oleh karena itu, melalui program 3R ini, kami mendampingi warga mulai dari sosialisasi, pembentukan kelompok pengelola sampah, hingga SOP pengelolaan sampah, agar programnya bisa terus berjalan meskipun masa KKN telah selesai," ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Menurut Hudan, kegiatan tersebut sesuai dengan SDGs 4 – untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dan edukasi mengenai konsep 3R kepada masyarakat melalui metode ceramah interaktif, kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan pembuatan bank sampah serta pembuatan briket dari bonggol jagung.
Ia menjelaskan, rangkaian program turut mencakup monitoring dan evaluasi rutin untuk memastikan keberlanjutan kegiatan, serta pendampingan langsung dalam menyusun dokumen perencanaan anggaran dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah yang dapat digunakan oleh pemerintah desa. Warga tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dari tahap sosialisasi hingga praktik lapangan.
Pihaknya mengemukakan, program ini menargetkan luaran berupa terbentuknya 1–2 bank sampah desa yang aktif, serta tersusunnya dokumen perencanaan anggaran dan SOP pengelolaan sampah yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah Desa Jrakahpayung. Acara reportase ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan cinderamata/sarana pendukung pengelolaan sampah secara simbolis oleh Penanggung jawab kegiatan kepada pihak pemerintah desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....