Amankan Dokumen, Ibu-Ibu PKK Kedunggading Belajar Lindungi Arsip Keluarga

  • 14 Agt 2026 17:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal – KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengadakan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Arsip Keluarga sebagai Upaya Perlindungan Dokumen Penting Keluarga” di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK Desa Kedunggading dan diikuti sekitar 20 peserta.

Mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip, Anisa Azahra mengatakan, dokumen seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, ijazah, sertifikat, dan dokumen kepemilikan merupakan arsip penting yang perlu disimpan dan dikelola dengan baik. Namun, pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan arsip keluarga masih perlu ditingkatkan.

"Kegiatan ini dilaksanakan karena masyarakat sebelumnya belum mendapatkan sosialisasi khusus mengenai pengelolaan arsip keluarga. Kurangnya pengetahuan dalam menata, menyimpan, dan memelihara dokumen dapat menyebabkan arsip rusak, hilang, atau sulit ditemukan ketika dibutuhkan untuk berbagai keperluan administrasi," kata mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas Undip.

Dalam sosialisasi, ia menjelaskan, peserta mendapatkan materi mengenai pengertian dan jenis arsip keluarga, pentingnya pengelolaan arsip, serta cara menata, menyimpan, dan memelihara arsip secara fisik maupun digital. Peserta juga diberikan panduan praktis, seperti mengelompokkan dokumen berdasarkan jenis, menyimpannya di tempat yang aman, dan membuat salinan digital sebagai cadangan.

Peserta menyimak materi sosialisasi mengenai penataan dan penyimpanan arsip keluarga yang disampaikan oleh Tim KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro.

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Menurut dia, penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, serta didukung pamflet edukasi yang dapat digunakan peserta sebagai panduan dalam mengelola arsip keluarga di rumah. Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Nomor 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan arsip keluarga.

Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs Nomor 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen dan informasi administratif. "Melalui edukasi kearsipan dari lingkungan keluarga, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat menerapkan pengelolaan arsip secara sederhana dan berkelanjutan," ujarnya.

Dengan demikian, dokumen penting keluarga dapat lebih terlindungi, tertata, dan mudah ditemukan saat dibutuhkan. Peserta sosialisasi, Siti Ayumi mengaku sebelumnya hanya menyimpan dokumen keluarga seadanya.

“Dokumen keluarga belum terlalu memperhatikan cara penataannya. Setelah mengikuti sosialisasi ini, kami jadi tahu bahwa dokumen penting perlu disimpan dengan baik supaya tidak rusak dan lebih mudah dicari ketika dibutuhkan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....