Dipo Technology Kembangkan D'Ozone dan Zeta Green, Hasil Riset Undip

  • 14 Agt 2026 01:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - PT Dipo Technology, perusahaan yang telah menghasilkan berbagai inovasi penelitian berbasis teknologi plasma, mengembangkan alat D'ozone dan Zeta Green. D'ozone ini alat untuk memperpanjang masa simpan produk hortikultura, sedangkan Zeta Green tersebut penjernih udara yang mampu membunuh bakteri, virus, dan jamur dalam ruangan tertutup serta berpendingin udara.

Direktur Utama PT Dipo Technology, Azwar SE MM mengatakan, teknologi D'Ozone ini cocok diimplementasikan untuk memperkuat ketahanan pangan. "Dengan alat ini, produk hortikultura seperti cabai dan bawang bisa diawetkan hingga enam bulan, termasuk juga untuk memperpanjang masa simpan beras sampai tiga tahun," ungkapnya kepada rri.co.id, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut dia, D'Ozone ini penting dimiliki pelaku usaha sektor pertanian, alat ini juga bisa dimanfaatkan merontokkan pestisida sampai 90 persen. Cara kerjanya, cabai itu dicuci menggunakan plasma ozone, supaya jamur, bakteri, virus, maupun pestisida juga mati, alias tidak berkembang.

Adapun, pada bawang putih atau merah, termasuk beras jika ingin memperpanjang masa simpang hanya disemprot menggunakan ozone, gas yang dihasilkan dari teknologi plasma. "Dalam hal ini, bawang atau beras dimasukkan ke gudang atau ruangan, lalu disemprotkan gasnya.

Menurut Azwar, Zeta Green ini cocok diaplikasikan pada ruang operasi sebuah rumah sakit, ruang sekolah, maupun kantor-kantor. Alat ini mampu menjernihkan udara yang mampu membunuh bakteri, virus, dan jamur dalam ruangan tertutup, serta berpendingin udara.

"Teknologi plasma untuk sekolah maupun perkantoran, misalnya saat terjadi kebakaran hutan yang potensi menimbulkan asap banyak, di mana udara dalam ruangan disedot dan plasma dikeluarkan lagi. Untuk rumah sakit, ada evaporator, kipas besar, dengan produknya memiliki kapasitas 200 meter kubik," ungkapnya.

Pihaknya menuturkan, Dipo Technology ini perusahaan manufaktur mitra dari Center for Plasma Research (CPR) Fakultas Sains dan Matematika Undip. Kantor Dipo yang menjadi pabrik produksi di Kawasan Industri Candi Semarang ini jadi bukti hasil riset perguruan tinggi mampu masuk ke tahap produksi massal.

Ia menuturkan, penelitian aplikasi plasma ini mencakup bidang pertanian, makanan, lingkungan, medis, material, tekstil, dan energi. Berbagai inovasi penelitian tersebut mampu dihasilkan CPR yang dipimpin dosen Fisika Undip, Prof Dr Muhammad Nur DEA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....