Kebiasaan Minum Teh dan Risiko Anemia

  • 13 Agt 2026 15:09 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • senyawa alami dalam teh mempengaruhi penyerapan zat besi di dalam tubuh.
  • Teh, jika dikonsumsi bersamaan atau berdekatan dengan waktu makan dapat meningkatkan risiko anemia

RRI.CO.ID, Semarang - Kebiasaan minum teh, terutama jika dikonsumsi bersamaan atau berdekatan dengan waktu makan dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi. Kondisi ini terjadi akibat kandungan senyawa alami dalam teh yang mempengaruhi penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Teh mengandung senyawa alami bernama tanin dan polifenol yang bersifat mengikat zat besi di saluran pencernaan. Kedua senyawa ini mengikat zat besi dari makanan sehingga penyerapannya oleh usus menjadi kurang optimal.

Menurut The Gut Health Doctor, minum teh bersamaan waktu makan dapat menghambat penyerapan zat besi hingga 60–70 persen. Memberi jeda satu hingga dua jam setelah makan membantu mengurangi hambatan penyerapan zat besi secara signifikan dalam tubuh.

Jika kondisi kekurangan zat besi berlangsung dalam jangka panjang, produksi sel darah merah dalam tubuh akan ikut terganggu. Kelompok yang paling rentan mengalami dampak ini adalah vegetarian, remaja, serta individu dengan riwayat anemia sebelumnya.

Meski begitu, kebiasaan minum teh tidak selalu menimbulkan dampak buruk apabila dikonsumsi tidak berdekatan dengan waktu makan rutin. Risiko baru muncul apabila konsumsi teh dilakukan secara berlebihan dan dikombinasikan dengan pola makan yang minim zat besi.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, disarankan memberi jeda waktu sekitar satu hingga dua jam antara makan dan minum teh. Menambahkan asupan vitamin C dari buah-buahan juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dalam tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....