USM Dorong Jateng Susun Roadmap Industri Hijau untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
- 13 Agt 2026 11:47 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Universitas Semarang menginisiasi penyusunan roadmap industri hijau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang berkelanjutan.
- Focus Group Discussion dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, dan asosiasi pelaku usaha.
- Forum ini bertujuan menghasilkan masukan strategis untuk merumuskan arah pengembangan industri hijau sesuai potensi dan kebutuhan Jawa Tengah.
RRI.CO.ID, Semarang — Universitas Semarang (USM) mendorong penyusunan roadmap industri hijau sebagai arah pengembangan industri di Jawa Tengah agar tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan. Gagasan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Meaningful Participation bertema “Central Java Green Industry Initiative: Developing the Roadmap for Sustainable Industrial Growth” di Gedung Menara USM, Rabu, 12 Agustus 2026.
FGD tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, asosiasi pelaku usaha hingga akademisi. Forum diharapkan menghasilkan masukan untuk merumuskan arah pengembangan industri hijau yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan Jawa Tengah.
Rektor USM Dr. Supari, M.T., mengatakan prinsip industri hijau perlu diterapkan sejak tahap awal perencanaan kawasan industri. Menurutnya, pengembangan industri harus memperhatikan berbagai aspek, mulai dari efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan limbah, teknologi, rantai pasok hingga kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri penting agar pengembangan teknologi maupun sumber daya manusia dapat menjawab kebutuhan di lapangan. “Perguruan tinggi perlu menjadi bagian dari ekosistem industri melalui riset dan penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi dunia industri,” kata Supari.
Wakil Ketua MPR RI Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., menilai FGD tersebut menjadi ruang penting untuk membahas sejumlah persoalan strategis yang berkaitan dengan masa depan perekonomian Jawa Tengah. Pembahasan tidak hanya menyangkut investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kebutuhan energi, khususnya pengembangan energi terbarukan.
“Diskusi ini sangat produktif. Kami membahas masalah investasi, pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Tengah, termasuk kebutuhan energi terutama energi terbarukan,” ujar Eddy.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama pada sektor manufaktur, infrastruktur energi dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan kebijakan dan regulasi yang mampu mendorong produktivitas sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
Direktur Pascasarjana USM Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I., M.H., mengatakan pengembangan ekonomi hijau perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar sehingga diperlukan arah pembangunan yang mampu mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kegiatan kali ini merupakan salah satu agenda terpenting bagi kita untuk melihat bagaimana ekonomi hijau itu kemudian tumbuh berkembang dengan perkembangan industri,” ungkap Junaidi. Ia berharap keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam forum tersebut dapat menghasilkan gagasan yang aplikatif bagi pembangunan Jawa Tengah.
Melalui FGD Meaningful Participation, USM mendorong penyusunan Central Java Green Industry Roadmap sebagai acuan bersama dalam pengembangan industri di Jawa Tengah. Roadmap tersebut diharapkan dapat memetakan jenis industri yang potensial, kebutuhan teknologi, sumber daya manusia, hingga investasi yang diperlukan.
Dengan adanya peta jalan tersebut, pengembangan industri di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Industri juga didorong semakin efisien dalam penggunaan energi, mampu mengelola limbah, memanfaatkan energi terbarukan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....