USM Perkenalkan Teknologi IoT melalui Pelatihan Mikrokontroler bagi Pelajar SMA
- 31 Jul 2026 16:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Semarang (USM) memperkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) kepada siswa SMAN 4 Semarang melalui pelatihan dasar pemrograman mikrokontroler. Kegiatan ini bertujuan membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dasar agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi digital.
Pelatihan bertajuk "Dasar Pemrograman Mikrokontroler dan Aplikasinya untuk Internet of Things (IoT)" digelar pada Rabu, 29 Juli 2026 sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) USM. Materi yang diberikan memadukan teori dan praktik agar peserta memahami penerapan teknologi IoT secara langsung.
Anggota Tim PkM USM, Dr. Ir. Andi Kurniawan Nugroho, S.T., M.T., IPM., mengatakan mikrokontroler kini menjadi fondasi berbagai sistem cerdas yang digunakan di berbagai sektor, mulai industri, pertanian, kesehatan hingga perangkat elektronik. Oleh karena itu, pelajar perlu dikenalkan dengan teknologi tersebut sejak dini.
Sebelum pelatihan dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai konsep dasar IoT dan pemrograman mikrokontroler. Selanjutnya, mereka memperoleh materi mengenai fungsi mikrokontroler sebagai komputer berukuran kecil yang terintegrasi dalam satu chip untuk mengendalikan berbagai perangkat elektronik.
"Peserta juga dikenalkan dengan berbagai contoh implementasi mikrokontroler dalam kehidupan sehari-hari. Seperti robotika, sistem kontrol industri, perangkat IoT, alat kesehatan, hingga peralatan rumah tangga modern," kata Andi.
Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis board mikrokontroler, seperti Arduino Uno, ESP32 DevKit, STM32 Blue Pill, Arduino Mega, ESP32 S3 DevKit, dan STM32 Nucleo. Mereka juga mempelajari tahapan pemrograman menggunakan Arduino IDE, mulai dari instalasi board ESP32 hingga penulisan kode menggunakan bahasa C/C++.
Peserta kemudian mempraktikkan pembuatan program sederhana untuk mengendalikan lampu LED melalui pin GPIO pada mikrokontroler ESP32. Setelah itu, mereka belajar membaca input dari push button, melakukan serial debugging melalui Serial Monitor, serta memahami penggunaan variabel dan konstanta agar program lebih terstruktur.
"Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya memahami teori. Akan tetapi, juga mampu melihat secara langsung hubungan antara perangkat lunak yang ditulis dengan perilaku perangkat keras yang dikendalikan oleh mikrokontroler," ujarnya.
Menurut Andi, pendekatan berbasis praktik membuat pelatihan berlangsung interaktif dan diharapkan menjadi bekal awal bagi siswa untuk mengembangkan inovasi berbasis teknologi. Pelatihan ini juga sekaligus menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....