Bahas Dampak AI bagi Dunia Bisnis, Udinus Hadirkan Pakar Lima Negara

  • 27 Jul 2026 17:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menghadirkan pakar dari lima negara dalam The 2nd International Conference on Business, Economics, Accounting, and Technology (IC-BEAT) 2026 untuk membahas dampak kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap dunia bisnis. Konferensi internasional tersebut mengangkat tema Artificial Intelligence, Digital Transformation, and Sustainable Innovation: Reshaping Business, Economics, Accounting, and Technology in the Global Economy.

Konferensi yang digelar secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung di YouTube itu menghadirkan pembicara dari Indonesia, Australia, Tiongkok, Uzbekistan, dan Spanyol. Kegiatan tersebut juga didukung Universitas Pattimura dan Universitas Mahasaraswati Denpasar sebagai co-host.

Ketua Panitia IC-BEAT 2026, Dr. Maria Safitri, S.E., M.M., CFP., mengatakan konferensi tahun ini diikuti 207 peserta dari kalangan mahasiswa Udinus maupun masyarakat umum. Selain itu, panitia menerima 124 makalah ilmiah dari akademisi yang berasal dari sembilan negara.

"Tahun ini, kami telah menerima sebanyak 124 makalah penelitian berkualitas tinggi. Mewakili gagasan cemerlang dari banyak penulis dan peneliti," ujar Dr. Maria melalui siaran pers, Senin, 27 Juli 2026.

Dekan FEB Udinus, Prof. Dr. Amron, S.E., M.M., mengapresiasi antusiasme para peneliti yang berpartisipasi dalam konferensi tersebut. Menurutnya, IC-BEAT menjadi wadah bagi akademisi di bidang ekonomi, bisnis, manajemen, dan akuntansi untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus memperluas kolaborasi internasional.

"Kami sangat mengapresiasi antusias kegiatan IC-BEAT 2026 ini. Karena telah menerima banyak karya tulis ilmiah berkualitas tinggi," ungkap Prof. Amron.

Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menilai kecerdasan buatan kini telah menjadi kekuatan transformatif yang mengubah berbagai sektor kehidupan. "AI telah menjadi kekuatan transformatif yang merombak industri, mendefinisikan ulang model bisnis, memengaruhi sistem ekonomi, meningkatkan layanan keuangan, dan mengubah cara organisasi menciptakan nilai," katanya.

Dalam sesi ilmiah, Guru Besar Digital Marketing FEB Udinus, Prof. Vincent Didiek Wiet Aryanto, MBA., Ph.D., memaparkan pemanfaatan AI untuk mendukung keberlanjutan industri batik. Ia menyoroti persoalan limbah cair batik di Pekalongan yang mencapai sekitar lima juta liter per hari dan peluang penggunaan AI untuk membantu UMKM bertransformasi menuju produksi yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Prof. Harun, CPA, dari Crown Institute of Higher Education (Australia), membahas perubahan lanskap bisnis dan akuntansi pada era cloud capitalism, ketika data dan platform digital menjadi sumber kekuatan ekonomi baru. Dari Tiongkok, Dr. Feranita dari University of Nottingham Ningbo China menekankan bahwa AI seharusnya memperkuat proses pembelajaran kewirausahaan, bukan menggantikannya.

Pembicara lainnya, Dr. Bobur Sobirov dari Samarkand Branch of Tashkent State University of Economics, Uzbekistan, mengulas pemanfaatan AI dan big data dalam pengembangan sektor pariwisata. Konferensi kemudian ditutup dengan paparan Prof. Antonio Mínguez-Vera dari University of Murcia, Spanyol, mengenai hubungan keberagaman gender di jajaran direksi dengan tata kelola perusahaan dan kompensasi eksekutif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....