Dosen Undip Kembangkan Aplikasi Antisadap, Data Digital Makin Aman

  • 27 Jul 2026 16:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Dosen Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan aplikasi antisadap untuk memperkuat keamanan data digital melalui teknologi kriptografi. Inovasi tersebut memanfaatkan konsep aljabar matriks dan vektor sehingga pesan maupun informasi dapat terlindungi dari akses pihak yang tidak berwenang.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Dr. Nikken Prima Puspita, S.Si., M.Sc., dosen FSM Undip yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kajian Aljabar Himpunan Matematika Indonesia (Indonesian Mathematics Society/IndoMS). Ia mengembangkan metode Kriptografi Hill Cipher sebagai sistem enkripsi dan dekripsi untuk menjaga kerahasiaan data digital.

Metode Hill Cipher pertama kali diperkenalkan oleh Lester Hill pada 1929 dengan menggunakan operasi bilangan bulat modulo 26 yang hanya mencakup huruf alfabet. Seiring perkembangan kebutuhan komunikasi digital, Dr. Nikken mengembangkannya menjadi Kriptografi Hill Cipher Modulo 95 yang mampu mengenali 95 karakter, meliputi huruf, angka, dan tanda baca.

"Kriptosistem ini diperumum menjadi Kriptografi Hill Cipher Modulo 95. Sistem ini melibatkan 95 karakter berupa huruf, angka, dan tanda baca, sedemikian hingga algoritma enkripsi dan dekripsinya melibatkan operasi sisa hasil bagi bilangan bulat 95," ujar Dr. Nikken dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Juli 2026.

Hasil pengembangan tersebut kemudian diwujudkan menjadi aplikasi perangkat lunak bersama dosen Informatika Undip, Nurdin Bahtiar, M.T. Aplikasi itu juga telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM Nomor EC00202319591 dengan judul "Aplikasi Perangkat Lunak Kriptografi Hill-Cipher Modulo 95 Dengan Kode ASCII”.

Menurut Dr. Nikken, aplikasi tersebut memudahkan masyarakat melakukan pengamanan data tanpa harus memahami proses perhitungan matematika yang rumit. Pengguna cukup memasukkan kunci rahasia berupa matriks, kemudian sistem secara otomatis melakukan proses enkripsi maupun dekripsi.

Pada proses pengamanan data, aplikasi menggunakan matriks berukuran 2×2 sebagai private key. Matriks yang digunakan dibatasi hanya yang memiliki determinan 1 atau -1 agar proses pembentukan invers matriks dapat dilakukan dengan benar sebagai bagian dari mekanisme enkripsi dan dekripsi.

Aplikasi tersebut juga mampu mengembalikan pesan yang telah diacak menjadi bentuk semula melalui proses dekripsi. Dengan demikian, informasi yang dikirim dapat tetap terjaga kerahasiaannya sekaligus hanya dapat dibaca oleh pihak yang memiliki kunci yang sesuai.

Dr. Nikken menilai inovasi tersebut membuktikan bahwa matematika memiliki peran nyata dalam menjawab tantangan keamanan siber. Menurutnya, ilmu matematika tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi praktis bagi perlindungan data di era digital.

Selain mengembangkan teknologi keamanan data, Dr. Nikken juga aktif menerapkan pemodelan aljabar dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu capaian yang pernah diraih adalah penghargaan "Hibah IndoMS Mengabdi yang Paling Menginspirasi" pada 2022 atas kolaborasi penerapan matematika dalam pengelolaan hutan produktif secara lestari bersama Universitas Lampung dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....