FK Undip Kembangkan Layanan Genetika untuk Deteksi Dini dan Pengobatan Presisi

  • 24 Jul 2026 14:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) terus memperkuat layanan kesehatan berbasis genetika untuk mendukung deteksi dini penyakit dan pengobatan yang lebih personal. Pengembangan tersebut dilakukan melalui riset, pendidikan, hingga penyediaan layanan konsultasi genetika di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Undip, Prof. Dr. dr. Tri Indah Winarni, M.Si.Med., PAK(K), mengatakan ilmu genetika kini menjadi fondasi penting dalam pelayanan kesehatan modern. Menurutnya, informasi genetik yang tersimpan dalam DNA dapat membantu tenaga medis memahami risiko penyakit sekaligus menentukan terapi yang sesuai bagi setiap individu.

"Genetika membantu kita memahami mengapa seseorang bisa sakit, bagaimana penyakit itu berkembang, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya sejak awal," ujar Prof. Tri dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026. Ia menambahkan, pemanfaatan ilmu genetika membuka peluang pencegahan penyakit secara lebih dini dan tepat sasaran.

Prof. Tri menjelaskan, konselor genetik memiliki peran penting dalam mendampingi pasien sebelum menjalani pemeriksaan genetik. Pendampingan tersebut bertujuan agar pasien memahami manfaat, risiko, pilihan, hingga konsekuensi dari pemeriksaan yang akan dilakukan.

"Ilmu genetik bukan ilmu yang mudah, tetapi akan lebih mudah dipahami ketika pasien didampingi konselor. Konselor hadir sebagai edukator, pendamping, sekaligus bagian penting dari keselamatan pasien," katanya. FK Undip juga tercatat sebagai pelopor Program Magister (S2) Konseling Genetika pertama di Indonesia yang dibuka pada 2007 dan telah melahirkan konselor genetik profesional.

Selain mengembangkan sumber daya manusia, FK Undip terus memperkuat fasilitas penunjang layanan genetika. Kampus ini memiliki laboratorium sitogenetik untuk pemeriksaan kelainan kromosom, fasilitas pemeriksaan molekuler, Community Genetic Research Center, serta turut menggerakkan Indonesian Society of Human Genetics (InaSHG) sebagai wadah kolaborasi akademisi, peneliti, dan praktisi genetika.

Sejak Februari 2024, RSND juga membuka Klinik Genetik yang melayani konsultasi bagi pasien dengan dugaan kelainan genetik, gangguan perkembangan seksual atau Differences of Sex Development (DSD), hingga pemeriksaan berbasis teknologi Face2Gene. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan berbasis kedokteran presisi di lingkungan Undip.

Prof. Tri menambahkan pendekatan genetika berperan penting dalam pencegahan berbagai penyakit multifaktorial, seperti diabetes melitus, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga kanker. "Kalau kita tahu sejak awal, kita bisa melakukan pencegahan. Banyak penyakit dapat dikendalikan agar kualitas hidup pasien tetap baik," ujarnya.

Melalui penguatan riset, pendidikan, layanan kesehatan, dan edukasi masyarakat melalui Community Genetic Research Center, FK Undip menegaskan komitmennya mengembangkan layanan genetika di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih akurat, preventif, dan berorientasi pada kebutuhan setiap individu, sejalan dengan pengembangan Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI) oleh Kementerian Kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....