FIK Unnes dan MTsN 2 Surakarta Gelar Edukasi Regulasi Diri, 90 Peserta se-Solo Raya
- 23 Jul 2026 03:51 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Surakarta — Sebanyak 90 siswa dari berbagai sekolah di wilayah Solo Raya mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Regulasi Diri untuk Mempertahankan Hidup dalam Kondisi Survival” di MTsN 2 Surakarta, baru-baru ini. Kegiatan diselenggarakan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (FIK Unnes) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), dan MTsN 2 Kota Surakarta.
Dua narasumber utama dari FIK Unnes dihadirkan, yaitu Prof Dr Heny Setyawati serta Muhammad Bakhtiar Subardi MPd. Acara dibuka Kepala MTsN 2 Surakarta, Drs H Kirno Suwanto MPd, dan didampingi oleh Pembina PMR Madya MTsN 2 Surakarta, Siti Alfiyah, serta perwakilan PMI Kota Surakarta, Andriyanto.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya regulasi diri sebagai kemampuan fundamental dalam menghadapi situasi sulit dan kondisi bertahan hidup (survival-red). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat," kata Heny.
Pihaknya menekankan, regulasi diri bukan hanya soal mengendalikan emosi, tetapi juga melibatkan kemampuan mengelola pikiran, perilaku, dan pengambilan keputusan saat berada dalam tekanan. Dalam kondisi survival, kekuatan fisik saja belum cukup.
"Seseorang juga membutuhkan kemampuan mengelola emosi, mempertahankan konsentrasi, membangun keyakinan diri, dan menentukan tindakan yang tepat,” jelasnya.
Para peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah dasar regulasi diri, seperti mengenali kondisi diri, mengendalikan rasa takut, berpikir positif dan realistis, menetapkan tujuan, serta menyusun strategi menghadapi masalah.

Tak hanya itu, kata dia, mereka juga diajak untuk memahami pentingnya disiplin, kerja sama, komunikasi, dan kepedulian terhadap orang lain dalam situasi darurat.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, dengan rincian peserta sebagai berikut:
-57 siswa dari MTsN 2 Surakarta (tuan rumah),
- 6 siswa dari SMP Muhammadiyah 1 Simpon,
- 6 siswa dari SMP Batik Surakarta,
- 4 siswa dari SMP Negeri 9 Surakarta,
- 4 siswa dari SMP Negeri 7 Surakarta,
- 2 siswa dari SMP Muhammadiyah PK Kota Barat,
- 2 siswa dari SMP Muhammadiyah Al-Kausar PK,
- 2 siswa dari SMP Negeri 4 Surakarta,
- 2 siswa dari MI Al Islam Kartasura,
- 1 siswa dari SMP Negeri 19 Surakarta, dan
- 1 siswa dari SMK Negeri 6 Surakarta.
Total peserta yang hadir mencapai 90 siswa, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari kalangan pelajar di Solo Raya terhadap pembekalan mental dan keterampilan bertahan hidup. Tim dosen dan mahasiswa FIK Unnes turut mendampingi jalannya kegiatan dan berinteraksi langsung dengan para peserta.

Pihak MTsN 2 Surakarta menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Di sisi lain, Bakhtiar berharap, keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian ini dapat meningkatkan kepedulian sosial sekaligus memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
"Materi regulasi diri dinilai sangat relevan bagi para siswa. Tidak hanya untuk kondisi survival, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari—terutama saat menghadapi tekanan belajar, permasalahan sosial, maupun tantangan masa remaja," kata dosen FIK Unnes tersebut.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap, para siswa semakin memiliki kesiapan mental, kemampuan mengendalikan diri, serta keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kerja sama dan rangkaian edukasi berkelanjutan antara FIK Unnes, PMI, dan MTsN 2 Surakarta.
Ia menuturkan, pengabdian ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Tentunya melalui pendidikan, penguatan karakter, serta penerapan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi muda Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....