Pegiat Literasi: Kolaborasi Jadi Kunci Membangun Budaya Baca Masyarakat

  • 23 Jul 2026 11:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Penguatan budaya baca di masyarakat membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah agar gerakan literasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Sinergi berbagai pihak dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem literasi yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pegiat Literasi sekaligus Founder Koper Pustaka, Uyi, dalam wawancara di Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, gerakan literasi tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu pihak.

Uyi mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama yang mengenalkan kebiasaan membaca kepada anak. "Kalau di rumah budaya literasi sudah dibiasakan, tentu anak-anak akan tumbuh dengan kebiasaan membaca yang menyenangkan," katanya.

Selain keluarga, pemerintah juga memiliki peran penting melalui kebijakan, penyediaan fasilitas, dan berbagai program yang mendukung gerakan literasi. Komitmen tersebut dibutuhkan agar komunitas literasi dan ruang-ruang baca yang telah tumbuh di masyarakat dapat terus berkembang.

Uyi juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan kesibukan sebagai alasan meninggalkan kebiasaan membaca. Ia menyarankan agar setiap orang meluangkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit setiap hari untuk membaca materi yang disukai, seperti komik, majalah, atau bacaan ringan lainnya.

"Jangan menunggu waktu luang untuk membaca, tetapi luangkan waktu untuk membaca. Yang terpenting bukan seberapa tebal buku yang dibaca, melainkan seberapa luas sudut pandang yang kita dapatkan," ujarnya.

Ia berharap kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat budaya baca di tengah masyarakat. Menurutnya, apabila seluruh elemen bergerak bersama, gerakan literasi akan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....