Mengenal Taksonomi Bloom, Kerangka Berpikir yang Banyak Digunakan Dunia Pendidik

  • 22 Jul 2026 08:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Taksonomi Bloom merupakan kerangka pembelajaran yang mengelompokkan kemampuan berpikir peserta didik berdasarkan tingkat kompleksitas dalam proses belajar. Konsep tersebut membantu pendidik merancang tujuan pembelajaran, metode mengajar, serta evaluasi sesuai kemampuan yang ingin dicapai bersama.

Taksonomi Bloom pertama kali diperkenalkan oleh psikolog pendidikan Benjamin Samuel Bloom bersama timnya pada tahun 1956. Kerangka tersebut kemudian menjadi salah satu acuan paling berpengaruh dalam dunia pendidikan di berbagai negara hingga sekarang ini.

Pada tahun 2001, Taksonomi Bloom mengalami revisi oleh Lorin Anderson dan David Krathwohl agar lebih relevan. Revisi tersebut mengubah istilah kemampuan berpikir menjadi kata kerja aktif yang menggambarkan proses belajar secara lebih dinamis.

Menurut laman Yale Poorvu Center for Teaching and Learning, revisi Taksonomi Bloom terdiri atas enam tingkatan kemampuan berpikir. Enam tingkatan tersebut meliputi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, serta menciptakan sebagai kemampuan berpikir tertinggi dalam pembelajaran.

Tingkat pertama adalah mengingat, yaitu kemampuan mengenali maupun mengingat kembali informasi yang telah dipelajari sebelumnya secara benar. Selanjutnya peserta didik memahami materi, menerapkan pengetahuan, kemudian menganalisis hubungan antarkonsep melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang terarah.

Pada tingkat berikutnya, peserta didik belajar mengevaluasi informasi menggunakan alasan logis berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Kemampuan berpikir tertinggi berada pada tahap menciptakan, yaitu menghasilkan ide, karya, maupun solusi baru secara mandiri dan kreatif.

Taksonomi Bloom tidak hanya digunakan dalam lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan pada pendidikan tinggi maupun pelatihan profesional modern. Kerangka tersebut membantu pendidik memastikan proses pembelajaran berlangsung bertahap sehingga peserta didik mampu berkembang secara optimal bersama.

Berdasarkan penjelasan Yale Poorvu Center for Teaching and Learning, Taksonomi Bloom mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu memecahkan masalah serta berinovasi secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....