Seminar di USM, Pakar Internasional Soroti Pentingnya Keandalan Sistem Industri
- 03 Jul 2026 10:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pakar dari Indonesia dan Australia menyoroti pentingnya penerapan sistem keandalan dan keselamatan industri dalam Seminar Internasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Semarang (USM). Pemahaman mengenai konsep tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia industri yang terus berkembang.
Seminar bertajuk Reliability, Availability, Maintainability and Safety Industrial Problems with its Solution digelar pada 30 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-39 Universitas Semarang. Kegiatan menghadirkan akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk membahas berbagai persoalan keandalan sistem industri beserta solusinya.
Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., mengapresiasi inisiatif mahasiswa Teknik Elektro yang menyelenggarakan seminar internasional tersebut. Menurutnya, konsep Reliability, Availability, Maintainability, dan Safety (RAMS) menjadi fondasi penting dalam menghadapi era transformasi digital dan mitigasi risiko operasional.
"Seminar itu merupakan pondasi yang sangat krusial dalam menghadapi era transformasi digital dan mitigasi risiko operasional. Saya berharap, kegiatan ini mampu mengintegrasikan konsep RAMS ini dengan kurikulum dan riset sehingga inovasi yang dihasilkan ini mampu menjawab semua kebutuhan terkait nanti mitigasi risiko di sektor industri," ujarnya.
Seminar menghadirkan tiga narasumber lintas negara, yakni dosen Teknik Elektro USM Dr. Ir. Prio Adi Sesotyo, ST, M.Eng., IPU, praktisi Meteorology Australia Puji Basuki, ST, MT, serta dosen Curtin University Australia Dr. Asma Putra Aziz, ST, M.Sc., Ph.D. Ketiganya membahas sistem distribusi listrik, perawatan mesin, hingga teori getaran dan penerapannya di dunia industri.
Dalam paparannya, Dr. Prio Adi Sesotyo mengungkapkan masih banyak industri di wilayah Semarang yang belum menerapkan prinsip keandalan dan perawatan mesin secara konsisten. Temuan tersebut diperoleh dari diskusi bersama mahasiswa kelas karyawan yang bekerja sebagai teknisi maupun operator di berbagai perusahaan.
"Sebagian besar di industri-industri Semarang itu belum menerapkan reliability availability secara konsisten. Jangan sampai kita hanya jagoan di Semarang, kalau bisa kita jagoan di luar kota Semarang, di Jawa Tengah, Indonesia, bahkan luar negeri," ungkapnya.
Melalui seminar tersebut, USM berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya penerapan konsep RAMS dalam dunia industri. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab kebutuhan industri di tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....