Mafindo Sebut Faktor Psikologis Jadi Pemicu Masyarakat Mudah Percaya Hoaks

  • 30 Jun 2026 19:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menilai faktor psikologis menjadi salah satu penyebab utama masyarakat mudah mempercayai dan menyebarkan hoaks di ruang digital. Informasi yang memicu emosi dinilai lebih cepat dipercaya tanpa melalui proses verifikasi.

Relawan Mafindo, Fiskal Purbawan, mengatakan kemudahan akses terhadap informasi bukan lagi menjadi persoalan utama. Menurutnya, kecenderungan seseorang untuk menerima informasi yang sejalan dengan keyakinan atau memancing emosi justru lebih berpengaruh terhadap penyebaran hoaks.

"Penyebab utamanya bukan lagi karena kurangnya akses informasi, tetapi faktor psikologis. Saat sebuah informasi sesuai dengan keyakinan kita atau memancing emosi, orang cenderung langsung percaya dan membagikannya tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu," ujarnya dalam dialog bersama RRI, Senin, 29 Juni 2026.

Fiskal menjelaskan, informasi yang membangkitkan rasa marah, takut, maupun terlalu gembira sering kali membuat seseorang mengabaikan proses verifikasi. Kondisi tersebut menyebabkan hoaks lebih mudah menyebar di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Digital(Diskomdigi) Jawa Tengah, Lilik Hendri Ristanto, mengatakan hoaks memang dirancang untuk memainkan emosi masyarakat agar berpikir secara impulsif. Menurutnya, siapa pun berpotensi menjadi korban, termasuk mereka yang berpendidikan maupun terbiasa menggunakan teknologi digital.

"Kalau menerima informasi yang membuat kita sangat marah, sangat takut, atau bahkan terlalu senang, jangan langsung percaya. Bersikaplah skeptis, lakukan cek, crosscheck, dan recheck melalui sumber resmi sebelum membagikannya kepada orang lain," tuturnya.

Untuk menekan penyebaran hoaks, pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat terus memperkuat literasi digital melalui edukasi dan penyediaan layanan pengecekan fakta. Masyarakat juga diimbau membiasakan prinsip saring sebelum sharing agar tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang menyesatkan.

"Kalau anda menemukan konten yang menurut anda terindikasi hoaks, segera laporkan ke 0811 2883 393. Bisa juga kirim ke @info komdigi_jateng, kami akan telusuri," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....