Ormas Perlu Kurangi Ketergantungan Hibah, Ini Hasil Riset Dosen USM

  • 30 Jun 2026 15:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Organisasi kemasyarakatan (ormas) perlu mengurangi ketergantungan terhadap hibah maupun bantuan dari pihak lain dengan membangun kemandirian ekonomi. Hal tersebut menjadi salah satu temuan riset yang dipaparkan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Dr. Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si., dalam Silaturahmi Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) di Pura Agung Girinatha, Semarang, Minggu, 28 Juni 2026.

Natalia menjelaskan, hasil penelitiannya menunjukkan perlunya transformasi Ormas menuju model wirausaha sosial (social enterprise) atau organisasi hibrida (hybrid organization). Melalui pendekatan tersebut, ormas tetap menjalankan misi sosial sekaligus memiliki sumber pendanaan yang diperoleh dari kegiatan usaha yang dikelola secara profesional.

"Ormas perlu membangun kemandirian agar tidak terus bergantung pada hibah atau bantuan pihak lain. Ketika mampu menciptakan sumber pembiayaan sendiri, ormas akan memiliki daya tahan organisasi yang lebih kuat, harga diri yang lebih tinggi, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan masyarakat," ujar Naneth, sapaannya.

Menurutnya, ormas memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat kohesi sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung pembangunan di berbagai bidang. Oleh karena itu, keberlanjutan organisasi menjadi faktor penting agar peran tersebut dapat terus dijalankan secara optimal.

Naneth menuturkan, konsep organisasi hibrida memadukan misi sosial dengan strategi kewirausahaan. Dengan cara tersebut, ormas tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat, namun memiliki sumber daya finansial yang berasal dari aktivitas ekonomi yang sah, produktif, dan sejalan dengan visi organisasi.

Ia menilai transformasi menuju organisasi yang mandiri membutuhkan proses yang tidak singkat. Perubahan tersebut memerlukan budaya organisasi yang adaptif, kepemimpinan yang kuat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta komitmen seluruh anggota.

“Keberhasilannya ditentukan oleh kemampuan organisasi membangun kolaborasi internal, mengembangkan inovasi, dan mengintegrasikan misi sosial dengan strategi kewirausahaan. Beberapa ormas bahkan telah membuktikan bahwa model ini mampu menciptakan organisasi yang mandiri sekaligus memberi dampak sosial yang luas," ucapnya.

Sementara itu, Ketua FKSB Kota Semarang, Dr. H. A.M. Jumai, S.E., M.M., mengatakan kegiatan silaturahmi rutin menjadi sarana memperkuat komunikasi dan konsolidasi antarorganisasi kemasyarakatan di Kota Semarang. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

"FKSB tidak hanya menjadi wadah komunikasi antarormas. Akan tetapi juga menjadi kekuatan bersama dalam menjaga persatuan, memperkokoh toleransi, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Semarang," ujarnya.

Ia berharap hubungan antarormas semakin harmonis sehingga mampu melahirkan berbagai program kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, FKSB optimistis organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang dapat berkembang menjadi organisasi yang lebih profesional, mandiri, dan inovatif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....