Pelatihan Coding dan AI, Unwahas Tingkatkan Kompetensi Guru Madrasah

  • 21 Jun 2026 12:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang meningkatkan kompetensi guru Madrasah Aliyah Swasta di Kota Semarang melalui Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial. Pelatihan itu merupakan salah satu kegiatan Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh Universitas Wahid Hasyim untuk tahun 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital. Sehingga dapat menciptakan media pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era transformasi digital.

Para guru yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Madrasah Aliyah Swasta (PKMAS) diperkenalkan pada konsep media pembelajaran interaktif, penggunaan Canva Code, dasar-dasar pembuatan media berbasis koding. Kemudian pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence sebagai alat bantu dalam merancang materi ajar digital.

Ketua PKMAS, K.H. Nadlirin, M.Pd. menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat dari Unwahas ini karena dengan penguasaan teknologi tersebut. “Guru diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan media pembelajaran secara mandiri dan lebih inovatif,” ucapanya dlam pesan tertulis Sabtu 20 Juni 2026.

Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Dr. Imam Syafaat, S.T., M.T. menyampaikan kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam mendorong transformasi digital di dunia pendidikan. “Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi guru-guru Madrasah Aliyah Swasta di Kota Semarang serta berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran” ucapnya.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Arief Hidayat menambahkan guru-guru Madrasah Aliyah Swasta Kota Semarang diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dalam menyusun media ajar digital serta mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, pembelajaran di madrasah dapat berlangsung lebih efektif, inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan teknologi informasi.

''Selama kegiatan, peserta memperoleh wawasan mengenai besarnya kebutuhan tenaga profesional di bidang Teknik Sipil, prospek kerja lulusan, peluang memperoleh beasiswa, serta kontribusi yang dapat diberikan dalam pembangunan wilayah pesisir yang tangguh dan berkelanjutan,'' ujarnya.

Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjembatani kebutuhan informasi pendidikan tinggi bagi generasi muda.

''Kami berharap, dengan semakin dikenalnya potensi pembangunan Pantura Jawa Tengah, semakin banyak siswa yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mengambil peran dalam membangun daerahnya melalui keilmuan Teknik Sipil. Bangun Mimpi, Bangun Negeri, di Negeri Pesisir,'' ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....