Burung Hantu, Andalan Petani Kendalikan Hama Tikus
- 20 Jun 2026 18:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Tikus sawah menjadi salah satu hama utama yang sering merugikan hasil pertanian dan menurunkan kesejahteraan petani. Pengendaliannya secara alami menggunakan pemangsa alami seperti burung hantu dianggap lebih aman dan berkelanjutan dibandingkan bahan kimia.
Burung hantu merupakan pemangsa alami tikus yang memiliki kemampuan berburu sangat baik pada malam hari. Satu ekor burung hantu dewasa dapat memangsa tiga hingga lima ekor tikus setiap harinya secara teratur.
Pelepasan burung hantu ke areal persawahan terbukti efektif menekan pertumbuhan populasi tikus secara signifikan. Cara ini bekerja secara terus-menerus tanpa menimbulkan efek samping berbahaya bagi lingkungan maupun tanaman padi.
Berbeda dengan racun tikus, burung hantu tidak mencemari tanah, air, dan tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen. Penggunaannya juga membantu mencegah tikus menjadi kebal terhadap zat kimia yang sering dipakai petani selama ini.
Keberadaan sarang buatan yang disediakan akan membuat burung hantu betah tinggal dan berkembang biak di sekitar sawah. Semakin banyak populasinya, semakin terkendali jumlah tikus yang berpotensi merusak tanaman padi.
Metode ini juga mengurangi biaya pengeluaran petani untuk membeli obat hama dan tenaga kerja pemberantasan. Dalam jangka panjang, hal ini akan meningkatkan pendapatan serta menjaga kelestarian ekosistem pertanian.
Dengan demikian, pelepasan burung hantu adalah solusi pengendalian hama yang efektif, murah, dan ramah lingkungan. Langkah ini patut didukung dan dikembangkan agar pertanian tetap produktif dan alam tetap terjaga keseimbangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....