Perjalanan dr. Widagdo Memimpin Uji Klinis Obat dan Vaksin Dunia

  • 14 Jun 2026 10:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Karir seorang dokter tidak selalu berakhir di ruang praktik atau ruang kuliah. Hal itu dibuktikan oleh dr. Widagdo, MSi.Med., MSc., Ph.D., Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) angkatan 2014 yang kini berkiprah sebagai pemimpin global uji klinik obat dan vaksin di industri farmasi internasional.

Perjalanan akademiknya dimulai dari pendidikan dokter di FK Undip. Setelah lulus, Dia melanjutkan studi Magister Konseling Genetik di FK Undip, kemudian menempuh pendidikan Magister Imunologi dan Penyakit Infeksi di Belanda. Karier akademiknya berlanjut hingga meraih gelar doktor (PhD) bidang Virologi di Erasmus University, Belanda.

Awalnya, Dr. Widagdo hanya berencana tinggal di luar negeri selama dua hingga tiga tahun. Namun perjalanan karir dan kesempatan yang terbuka membawanya menetap dan bekerja di Eropa hingga lebih dari sepuluh tahun. Alih-alih menempuh jalur penyetaraan profesi dokter yang membutuhkan waktu hingga lima tahun di negara tujuan, ia memilih berkarir di bidang riset.

Setelah menyelesaikan program doktor, ia menjalani penelitian pascadoktoral (tahap penelitian intensif yang dilakukan oleh seseorang yang baru saja meraih gelar Doktor (S3). Tujuannya adalah untuk memperdalam keahlian riset, memperbanyak publikasi ilmiah, dan membangun jaringan akademis sebagai persiapan sebelum menjadi dosen atau peneliti tetap) sebelum bergabung dalam program fellowship (program dukungan finansial, pelatihan, atau penelitian tingkat lanjut yang diberikan kepada profesional, akademisi, atau peneliti untuk mengembangkan keterampilan khusus) di perusahaan farmasi global yang memiliki divisi penelitian kuat.

“Saya masuk ke fellowship mereka, dan itu memulai karir saya di riset farmasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis Minggu 14 Juni 2026. Saat ini, Dr. Widagdo bertanggung jawab memimpin berbagai uji klinik global untuk pengembangan obat dan vaksin baru.

Dalam perannya, ia bekerja bersama tim internasional yang mengkoordinasikan penelitian di berbagai negara guna memastikan keamanan dan efektivitas suatu produk sebelum mendapatkan izin edar. Menurutnya, pendidikan yang diperoleh di FK UNDIP memberikan pondasi akademik yang kuat untuk bersaing di tingkat global.

“Kalau ngomongin level atau kualitas pendidikan, kita sebenarnya nggak kalah dari luar negeri. Dari level pemahaman dan pengetahuan, saya tidak pernah sekalipun merasa tertinggal,” ungkapnya. Meski demikian, ia menilai penguatan ekosistem riset masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Selama tujuh tahun terakhir, fokus keahliannya berada pada bidang vaksin. Latar belakang pendidikan virologi membuatnya terlibat langsung dalam pengembangan vaksin COVID-19 ketika pandemi mulai merebak. Saat ini, ia bekerja di perusahaan farmasi global Clinical Science Lead, Associate Director at GlaxoSmithKline (GSK) dan terlibat dalam pengembangan vaksin Respiratory Syncytial Virus (RSV) yang telah memperoleh lisensi dan digunakan di lebih dari 30 negara untuk kelompok usia lanjut.

Melalui pengalamannya, Dr. Widagdo menyadari bahwa proses menghadirkan obat baru ke masyarakat membutuhkan perjalanan panjang, mulai dari penelitian laboratorium, uji pada hewan, hingga berbagai tahapan uji klinik dan evaluasi regulator internasional. “Untuk membawa obat baru sampai bisa dipakai dokter di masyarakat itu sangat melelahkan. Investasinya besar, baik dari sisi materi maupun waktu,” katanya.

Kepada mahasiswa FK UNDIP, dr. Widagdo menyampaikan dua pesan penting. Pertama, pendidikan merupakan investasi terbaik yang dapat dimiliki seseorang. Kedua, mahasiswa tidak perlu takut menempuh jalan yang berbeda selama tetap memberikan manfaat dan dilakukan dengan penuh dedikasi.

Kiprah Dr. Widagdo menjadi representasi nyata alumni Undip yang berdampak, menghadirkan manfaat bagi kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia. Kontribusi tersebut selaras dengan upaya pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sekaligus memperkuat peran Undip sebagai perguruan tinggi yang melahirkan lulusan unggul, bermartabat, dan bermanfaat bagi masyarakat global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....