Undip Lantik Ratusan Pejabat dan Dosen, Kejar Target World Class University
- 10 Jun 2026 11:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) melantik ratusan pejabat dengan tugas tambahan dan dosen dengan jabatan fungsional sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan pencapaian target Undip menuju perguruan tinggi berkelas dunia atau World Class University (WCU).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus Undip Tembalang, Senin, 8 Juni 2026. Acara dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Ketua Senat Akademik, para wakil rektor, dekan, serta jajaran pimpinan di lingkungan Undip.
Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengangkatan pejabat dengan tugas tambahan serta dosen dengan jabatan fungsional. Sebanyak 70 pejabat dan 159 dosen fungsional secara resmi mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.
Usai pengucapan sumpah yang dipandu rohaniwan, dilakukan penandatanganan berita acara sumpah jabatan oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Penandatanganan turut disaksikan Ketua Senat Akademik, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D., dan Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum, dan Organisasi, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T.
Dalam amanatnya, Rektor Undip menegaskan, tantangan pencapaian indikator kinerja dan rekognisi internasional memerlukan komitmen bersama dari seluruh sivitas akademika. Menurutnya, target Undip untuk menembus peringkat 550 besar dunia pada tahun mendatang membutuhkan upaya luar biasa yang dilakukan secara terstruktur.
"Tantangan Undip untuk menembus peringkat 550 besar dunia tahun depan memerlukan extraordinary effort yang terstruktur. Kita tidak bisa lagi membiarkan performa universitas besar ini hanya ditopang oleh 35 persen dosen yang aktif mempublikasikan artikel ilmiah," kata Suharnomo dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia meminta para ketua departemen dan ketua program studi untuk bergerak secara kelembagaan dengan merangkul serta mendorong rekan sejawat lainnya. Tujuannya agar produktivitas akademik dapat meningkat secara merata.
Menurut Suharnomo, setiap dosen perlu menghasilkan luaran akademik secara berkala sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Setiap semester harus ada luaran akademik nyata yang dihasilkan sebagai representasi kompetensi diri dan pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi," ucapnya.
Rektor Undip juga menyoroti sejumlah aspek yang menjadi fokus pengembangan universitas ke depan. Mulai dari peningkatan angka kelulusan tepat waktu, penguatan kualitas lulusan melalui hasil tracer study, hingga peningkatan reputasi akademik global melalui produktivitas riset dan sitasi ilmiah.
Menutup sambutannya, Suharnomo mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus panggilan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan. Ia menegaskan, pencapaian target tersebut tidak boleh hanya bergantung pada individu tertentu, melainkan harus menjadi gerakan bersama di tingkat departemen maupun program studi.
"Leadership is action, not position. Gunakan hak yang Bapak dan Ibu miliki saat ini di departemen maupun program studi untuk menunjukkan kepemimpinan yang nyata, mengelola sumber daya secara optimal, dan membawa kemajuan yang berdampak bagi Universitas Diponegoro," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....