Unissula Kembangkan Mobil Listrik, Lebih Nyaman dan Pengisian Daya Lebih Cepat

  • 08 Jun 2026 15:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mengembangkan inovasi mobil listrik sebagai kendaraan yang nyaman dan ramah lingkungan. Pengembangan meliputi kecepatan kendaraan, kenyamanan dan pengisian daya yang dilakukan bisa lebih cepat.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto MH mengatakan inovasi pengembangan mobil listrik ini memiliki nilai tambah dibandingkan mobil listrik pada umumnya. Unissula sangat mendukung program pemerintah dalam transisi kendaraan listrik sebagai sarana transportasi ramah lingkungan.

“Pengembangan inovasi kita fokuskan pada kecepatannya yang sudah sama dengan bensin, terus ngecasnya, baterai itu tidak terlalu lama. Kemudian kenyamanan juga kita tingkatkan, supaya pengguna mobil listrik lebih enak daripada mobil bensin,” ungkapnya disela acara Seminar Nasional yang bertemakan “Indonesia Green Future” di aula kampus FTI Unissula, Senin 8 Juni 2026.

Dalam pengembangan ini, lanjut dia, Unissula mewujudkan Indonesia Green Future yang diintegrasikan ke dalam visi kampus sebagai World Class Islamic University. Pembangunan generasi khaira ummah yang mengembangkan ilmu dan teknologi dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai Islam.

“Kita sudah masuk dalam visi misi yang konsentrasinya untuk pengembangan SDM untuk menjadikan Indonesia Green Future. Selama ini Fakultas Teknologi Industri hanya bergerak di bidang elektronik, dibidang AI khususnya dan robotic, sekarang kita bergerak dengan pengembangan green future untuk Indonesia yang akan datang,” katanya.

Anggota Komisi X DPR RI, Dr Abdul Fikri Faqih MM sangat mendukung pengembangan inovasi dari mobil listrik yang dilakukan Unissula. Ia mengungkapkan kebutuhan dan investasi akan kendaraan listrik di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan.

“Investasi kendaraan listrik di Indonesia meningkat dari 6,1 miliar dolar pada 2019 menjadi 8,1 miliar dolar pada 2022-2023. Jadi naiknya tinggi sekali,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten juga mengalami peningkatan. Kebutuhan akan SDM yang sesuai dengan kompetensi meningkat 8 persen hingga 11 persen.

“Perguruan tinggi hanya mampu memenuhi 5-8 persen dari kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan 8 -11 persen, ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan. Ini mesti dibuka, mesti dibongkar dan solusinya paling tidak dari triple helix yakni perguruan tinggi sebagai penghasil SDM yang berkualitas, indutri dan pemerintah,” ucapnya.

Seminar Nasional tersebut mengangkat tema “Indonesia Green Future” Sinergi Pendidikan Tinggi, Industri dan Pemerintah dalam Mendukung SDM Unggul pada Ekosistem Kendaraan Listrik dan Industri Hijau. Kegiatan mengahdirkan pembicara Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemendiktisaintek, Prof apt I Ketut Adyana MSi PhD, Head of Culture Development POLYTRON, David Setyadi Rahardjo dan Dosen Teknik Elektro Unissula, Dr Gunawan MT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....