Rewiring Hope Sebut Matematika Latih Logika dan Mental

  • 08 Jun 2026 05:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Matematika tidak hanya mengajarkan angka dan rumus dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu tersebut juga membantu membentuk pola pikir logis dan ketahanan mental seseorang.

Lecturer, researcher, sekaligus anggota Rewiring Hope Indonesia Team, Christiyanti Aprinastuti, menjelaskan matematika melatih kemampuan berpikir kritis. Kemampuan tersebut dinilai penting menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Pro 2 RRI Semarang pada Senin, 25 Mei 2026 sore. Diskusi tersebut mengangkat tema Logic is Power, Bagaimana Matematika Melatih Mental Kita.

Menurut Christiyanti, pola pikir logis membantu seseorang lebih objektif saat menerima informasi. Seseorang juga tidak mudah percaya hoaks tanpa memeriksa fakta terlebih dahulu.

Ia menjelaskan matematika mengajarkan seseorang memahami alasan di balik setiap keputusan dan langkah. Proses tersebut melatih kemampuan menganalisis masalah serta menyusun strategi penyelesaian.

Christiyanti menilai matematika juga melatih kesabaran, ketekunan, dan keberanian mencoba berbagai cara penyelesaian. Nilai tersebut dapat diterapkan saat menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, ketika jawaban salah, seseorang bisa mengevaluasi prosesnya dan mencari langkah yang lebih tepat. Kebiasaan tersebut membantu seseorang tidak mudah menyalahkan keadaan saat menghadapi masalah.

Ia menambahkan kegagalan dalam belajar matematika bukan tanda seseorang tidak mampu berkembang. Pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses belajar dan bertumbuh.

Afirmasi positif dinilai membantu membangun ketahanan mental dan rasa percaya diri. “Sekarang mungkin belum bisa, tetapi saya bisa berkembang jika terus belajar,” katanya.

Christiyanti juga mengajak generasi muda mengubah pandangan bahwa matematika adalah pelajaran menakutkan. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat berkembang melalui latihan dan proses belajar yang konsisten.

Ia berharap guru dan orang tua menciptakan lingkungan belajar yang aman serta suportif. Dukungan sederhana dinilai mampu meningkatkan semangat dan kepercayaan diri anak dalam belajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....