Pipa Resapan Horisontal USM Atasi Genangan Air Pasca Hujan di Kecamatan Patebon

  • 06 Jun 2026 16:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) memberikan Pelatihan Pemasangan Pipa Resapan Horisontal (PRH) di halaman Kantor Kecamatan Patebon, Kendal. Kegiatan berfokus pada mitigasi genangan air hujan melalui pemasangan sistem drainase berkelanjutan.

Ketua Tim PkM USM, Dr Fitria Maya Lestari M.T mengatakan pelatihan diwujudkan melalui instalasi teknologi Pipa Resapan Horisontal (PRH) yang ditempatkan di halaman Kantor Kecamatan Patebon. ''Pemilihan Kecamatan Patebon sebagai lokasi sasaran didasarkan pada karakteristik wilayah yang kerap menghadapi persoalan genangan pasca-hujan deras akibat keterbatasan saluran pembuangan dan minimnya area resapan alami,'' katanya dalam pesan tertulis, Sabtu 6 Juni 2026.

Untuk mengatasi masalah tersebut, katanya, pihaknya menggandeng pakar sekaligus inventor dari teknologi Pipa Resapan Horisontal, Dr. Ir. Edy Susilo, M.T. Kehadiran teknologi PRH mampu mengubah paradigma pengelolaan air di area perkantoran kecamatan, dari yang semula sekadar mengalirkan air permukaan menuju saluran pembuangan kota.

'' Secara teknis, teknologi Pipa Resapan Horisontal ini memiliki keunggulan komparatif yang signifikan dibandingkan dengan sumur resapan konvensional. Melalui struktur pipa perforasi yang ditanam secara horizontal dan dilapisi material geotekstil serta agregat kasar, sistem ini mampu memperluas bidang kontak penyerapan air secara optimal, bahkan di area dengan karakteristik tanah berpori padat,'' ujarnya.

Ia menambahkan, selain melakukan instalasi fisik, pihaknya juga membekali para aparatur kecamatan dan perwakilan tokoh masyarakat setempat dengan pengetahuan praktis. “Pelatihan juga diberikan mengenai mekanisme kerja alat, prosedur pemeliharaan , hingga urgensi menjaga kelestarian cadangan air tanah di wilayah Kendal,” ungkapnya.

Camat Patebon bapak Abdul Mufid menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi program kontribusi nyata dari sivitas akademika Universitas Semarang tersebut. Menurutnya, keberadaan sistem resapan horisontal ini dinilai tidak hanya menyelesaikan kendala estetika dan kenyamanan pelayanan publik akibat genangan air di halaman kantor.

Selain itu, juga bisa menjadi pilot project percontohan drainase ramah lingkungan yang dapat direplikasi di tingkat desa. ''Kami berharap, melalui publikasi ini, sinergi antara inovasi akademisi dan pemangku kebijakan daerah dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan infrastruktur wilayah yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berbasis wawasan lingkungan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....