Tangani Rob Pantura Jateng, Menteri LH Minta Unissula Tanam Mangrove 200 Hektare
- 04 Jun 2026 00:50 WIB
- Semarang
RRI..CO.ID, Semarang - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendali Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat meminta agar Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menanam mangrove 200 ha di pantai utara Jawa Tengah. Hal itu ditegaskannya saat menjadi pembicara kunci di kampus Unissula, Selasa, 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Kementerian memandang penyelesaian soal problem ekologis di Pantura Jawa Tengah mesti bisa diselesaikan secara menyeluruh."Anggarannya sudah tersedia, Unissula tinggal membentuk tim kecil saja agar penanaman mangrove seluas 200 ha ini bisa direalisasikan dengan benar," ujarnya.
Ia menambahkan, ada paradoks yang terjadi di Pantai Utara Jawa. Selama ini sumbangan Pantura ke PDB sebesar 27,53% atau senilai USD 368,37 miliar (sebesar Rp 6.446 triliun, dengan kurs Rp 17.500).
Namun, di balik angka ekonomi yang megah itu, menurut Jumhur, ada sekitar 17 juta jiwa penduduk pesisirnya tengah berhadapan langsung problem eksistensial berupa abrasi, banjir rob, dan penurunan permukaan tanah yang ekskalatif. “Perkembangan industri selalu membuat masyarakat marginal terpinggirkan, di era saya hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi," ucapnya.
JADI PERSYARATAN AMDAL
Jumhur menyebutkan, Kementerian LH sedang merumuskan regulasi baru terkait persyaratan Amdal. Menurutnya, ketika siapapun mengurus Amdal, maka wajib menjadikan kelompok masyarakat sekitar ikut menikmati kesejahteraannya.
"Selama ini banyak proyek raksasa yang selalu menyingkirkan kelompok marginal, apakah masyarakat pesisir, apakah masyarakat adat, apakah kelompok miskin kota, selalu mereka terpinggirkan. Nanti tidak boleh terjadi lagi," jelas MJH, sapaan akrabnya.
Pembangunan Giant Sea Wall, menurut Jumhur juga wajib memperhatikan kehidupan nelayan. "Penanganan problem Pantura harus memperhatikan nasib nelayan, keadilan sosial mesti tegak, negara harus hadir dalam kasus-kasus serius seperti ini," ungkap Jumhur.
Maka dari itu, menurut Menteri, Unissula akan menjadi laboratorium Kementerian LH untuk bisa menanggulangi problem Pantura Jawa Tengah secara menyeluruh. "Jadi Kepanjangan tangan Kementerian di Pantai Utara Jateng adalah Unissula," ucap Jumhur.
Sementara itu, Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyambut baik ajakan menteri agar Unissula menjadi ujung tombak penanganan secara menyeluruh problem Pantai Utara Jateng. "Kami tentu merasa sangat terhormat, ketika Kementerian LH menjadi Unissula sebagai kepanjangan tangan Kementerian, kami akan segera menyiapkan tim agar kerja sama ini optimal," ujar Rektor.
Pada acara itu, Unissula dan Kementerian Lingkungan Hidup telah menandatangani kerja sama menyeluruh dalam penanganan problem pantura Jawa Tengah. Tanda tangan basah dilakukan antara Rektor Unissula dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
SAMPAH DAN ISU GENDER
Di sisi lain, Jumhur menyatakan sampah ternyata bisa selesai dengan tuntas ketika berhasil melibatkan perempuan. Hal itu diungkapkannya saat memberi sambutan di acara Pencanangan Kota Semarang sebagai Pilot Project Penanganan Sampah berbasis Komunitas di Bulusan Edu Park, Tembalang.
"Di Bulusan Edu Park ini, saya tidak melihat kehadiran negara, tapi inisiatif untuk menangani sampah dari hulunya bisa selesai dengan tuntas. Saya malah melihat yang bergerak semua ibu-ibu rumah tangga, kelompok bank sampah tingkat RT, ibu-ibu PKK dan sampah terbukti selesai di tingkat terkecil," ucapnya.
Menurutnya, isu gender selalu muncul di tengah problem masyarakat. "Ini inisiatif yang luar biasa. Dari sampah bisa berkembang ke mana-mana, ada maggot, budidaya cacing, pertanian organik, kompos, pupuk organik," ujar Jumhur.
Menurutnya, inisiatif seperti ini harus ada kehadiran negara. "Ini tidak dibantu negara saja sudah luar biasa, apalagi nanti Kementerian Lingkungan Hidup akan mendukung penuh program sejenis," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Jumhur memberikan bantuan mesin secara simbolik. Mesin yang diberikan berupa alat untuk mengolah sampah organik agar menjadi bubur dan alat olah sampah plastik agar menjadi bijih plastik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....