FORWAREK Dorong Penguatan Kolaborasi BRIN dan PTN untuk Hilirisasi Riset

  • 31 Mei 2026 09:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama (FORWAREK) PTN se-Indonesia resmi menggelar Dialog Kolaborasi Kebangsaan pada Senin, 25 Mei 2026. Pertemuan strategis yang dilaksanakan secara daring mulai pukul 15.30 WIB ini mengusung tema utama

“Peningkatan Kolaborasi dan Konsorsium BRIN-PTN” guna memperkuat hilirisasi riset serta inovasi nasional melalui jalinan kemitraan yang lebih dinamis. Dihadiri oleh jajaran pengurus utama dan anggota FORWAREK PTN dan ISI se-Indonesia yang saling menyapa di ruang virtual.

Mereka di antaranya adalah Dr. Ruslan H.S. Tawari, S.Pi., M.Si., (Ketua FORWAREK), Prof. Agus Muhamad Hatta, S.T., M.Si, Ph.D. (Sekretaris Jenderal FORWAREK), serta anggota pengurus FORWAREK lainnya. Universitas Diponegoro (Undip) mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Dialog Kolaborasi Kebangsaan FORWAREK 2026.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Dalam sambutan pembukanya, Rektor Undip menegaskan harapannya agar konsorsium serta kolaborasi antara BRIN dan PTN tidak sekadar berakhir sebagai dokumen di atas kertas, melainkan mampu melahirkan program konkret yang membawa kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas.

“Kita hidup di era coopetition, yaitu cooperation dan competition. Kita memang berkompetisi dalam QS World University Rankings, Times Higher Education, Pimnas, dan berbagai ajang lainnya, namun kita juga harus menyisipkan semangat kolaborasi di dalamnya. Tidak ada untungnya jika kita hanya saling berkompetisi tanpa arah, karena esensi utamanya adalah bergerak bersama untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Prof. Suharnomo dalam rilis Minggu 31 Mei 2026.

Dengan mengutip pemikiran McKinnon, Rektor Undip menegaskan bahwa kepemimpinan adalah soal tindakan, bukan jabatan. “Leadership is about action, not position. Kepemimpinan itu soal tindakan, bukan soal posisi. Kita tidak perlu menunggu posisi tertentu untuk bergerak,” ujarnya.

Suharnomo menekankan pentingnya sinergi antar-perguruan tinggi melalui pepatah lama, “Your networking is your currency.” Jejaring Anda adalah harta Anda di masa depan.

"Jika sebuah perguruan tinggi tidak membangun jejaring, maka ia akan menghadapi masalah dalam perkembangannya. Melalui forum FORWAREK ini, para Wakil Rektor telah menunjukkan tindakan dan inisiatif nyata untuk melakukan hal terbaik di bidang kerja sama,” ungkapnya.

Ketua Panitia FORWAREK, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik, yang juga menjabat sebagai Pengurus Forwarek Mewakili Wilayah Jateng, DIY, dan Jabar, memberikan laporan sekaligus sambutan hangat pembuka acara. Perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut untuk menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus memastikan terjadinya hilirisasi riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Wijayanto, Ph.D. menjelaskan bahwa melalui dialog kolaborasi ini, fokus utama forum adalah mengakselerasi peningkatan kolaborasi serta konsorsium antara BRIN dan PTN dan ISI se-Indonesia. “Kerja sama ini tidak boleh hanya berhenti pada penandatanganan dokumen atau pertukaran program di atas kertas, tetapi harus menyentuh esensi utama, yaitu membangun kepercayaan dan visi bersama untuk menjawab persoalan riil di masyarakat,” tegasnya.

Memasuki sesi utama, Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., memaparkan materi strategis berjudul “Peningkatan Kolaborasi dan Konsorsium BRIN dan PTN”. Prof. Arif menggarisbawahi bahwa masa depan ekonomi sangat bergantung pada kekuatan riset, teknologi, dan kewirausahaan.

Kepala BRIN, Prof. Arif Satria menekankan, “Masa depan ekonomi kita akan sangat tergantung pada kekuatan riset dan pengembangan (R&D), inovasi, teknologi, serta semangat entrepreneurship. Indikatornya sangat jelas melalui Global Innovation Index. Data menunjukkan bahwa semakin tinggi skor indeks inovasi suatu negara, maka akan semakin tinggi pula GDP per kapita per tahunnya, dan akan semakin banyak perguruan tinggi dari negara tersebut yang masuk dalam top 200 dunia,” paparnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....