Serial Diskusi Soegijapranata Catholic University Bahas AI dalam Industri Media
- 30 Mei 2026 17:18 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Fakultas Hukum dan Komunikasi Soegijapranata Catholic University (SCU) menggelar Serial Diskusi “Kebijakan Terkait AI dalam Ekosistem Industri Media Massa”. Kegiatan ini membahas mengenai perkembangan penggunaan artificial intelligence (AI) dalam industri media massa.
Diskusi tersebut menghadirkan Peneliti Litbang Kompas, Yohanes Advent Krisdamarjati. Diskusi berlangsung interaktif melalui pemaparan materi dan sesi tanya jawab mengenai perkembangan penggunaan AI di industri media.
Menurut Yohanes, perkembangan AI yang semakin masif dinilai menghadirkan tantangan baru bagi dunia jurnalistik, mulai dari persoalan etika, akurasi informasi, hingga integritas media. Kegiatan ini diharapkan mendorong mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi secara kritis sekaligus melihat dampaknya terhadap praktik komunikasi dan jurnalistik di masa depan.
“Penggunaan AI di lingkungan media saat ini berkembang cukup luas, mulai dari transkripsi wawancara, pengolahan data, penerjemahan artikel, hingga analisis sentimen media sosial. Teknologi tersebut tetap harus berada dalam pengawasan manusia agar tidak menghilangkan esensi kerja jurnalistik yang menuntut akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab public,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia menegaskan, pemanfaatan AI di industri media tidak dapat dilepaskan dari regulasi dan batasan etik yang jelas. Pekerjaan teknis dan repetitif memang mulai banyak dibantu AI, tetapi proses interpretasi, penulisan jurnalistik, hingga pengambilan keputusan editorial tetap membutuhkan peran manusia.
“Hal tersebut menjadi semakin penting. Marak konten hasil olahan AI yang sulit dibedakan dari karya jurnalistik asli,” ucapnya.
Yohanes juga menyoroti potensi penyalahgunaan AI dalam produksi informasi. Menurutnya, gambar maupun video berbasis AI tidak boleh diposisikan sebagai representasi fakta, melainkan hanya sebagai ilustrasi pendukung.
“Pengawasan editor tetap diperlukan untuk memastikan informasi yang dipublikasikan tidak menyesatkan publik,” ujarnya. Melalui serial diskusi ini, FHK SCU menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang kontekstual dengan perkembangan industri media.
Pembelajaran komunikasi tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kesadaran etik, dan tanggung jawab sosial di tengah perkembangan teknologi digital. Diskusi menjadi upaya kampus dalam membentuk mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan sensitivitas sosial dan tanggung jawab moral sebagai calon praktisi komunikasi dan media.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....