Iduladha, Momen UPGRIS Tingkatkan Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

  • 30 Mei 2026 08:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Ditengah semangat Iduladha, civitas akademika UPGRIS melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ibadah sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat. Sebanyak tujuh ekor sapi dan empat ekor kambing disembelih pada Kamis 28 Mei 2026.

Nantinya, daging kurban akan disalurkan kepada rumah yatim piatu, pondok pesantren, hingga warga sekitar yang membutuhkan. Namun pelaksanaan Iduladha di lingkungan kampus itu tidak hanya dimaknai sebagai prosesi penyembelihan hewan kurban semata.

Momentum tersebut juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai nilai pengorbanan, keikhlasan, komunikasi, hingga kepemimpinan yang diwariskan Nabi Ibrahim AS. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPGRIS Dr Sri Suciati MHum, menyampaikan pandangan mengenai relevansi nilai-nilai Iduladha dalam kehidupan modern, terutama dalam dunia pendidikan, organisasi, dan kehidupan sosial masyarakat.

Ia menuturkan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS sesungguhnya menghadirkan teladan kepemimpinan yang sangat maju dan relevan hingga saat ini. “Kalau saya memaknai kisah Nabi Ibrahim, kepemimpinan beliau beratus-ratus tahun yang lalu itu sesungguhnya sudah menunjukkan kepemimpinan transformasional. Bahkan beliau juga telah menerapkan collaborative leadership,” ujarnya.

Menurutnya, Nabi Ibrahim memiliki keyakinan penuh bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail merupakan ketetapan Allah SWT yang harus dijalankan. Namun dalam prosesnya, Nabi Ibrahim tidak menggunakan kekuasaan sebagai seorang ayah untuk memaksakan kehendak kepada putranya.

Sebaliknya, Nabi Ibrahim justru membangun komunikasi dan kesadaran bersama dengan Nabi Ismail.

“Beliau tahu persis bahwa itu adalah perintah Allah. Tetapi beliau tetap mengomunikasikan kepada putra tercintanya, Nabi Ismail. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu menggunakan kekuasaan untuk memaksa anak buah, tim, atau anggota. Kepemimpinan justru membangun kesadaran bersama,” jelasnya.

Sri Suciati menilai, nilai tersebut sangat penting diterapkan dalam kehidupan organisasi dan dunia pendidikan saat ini. Sebab keputusan besar akan lebih mudah dijalankan ketika lahir dari kesadaran dan komitmen bersama, bukan keterpaksaan.

“Ketika sebuah keputusan dijalankan dengan kesadaran dan komitmen bersama, maka pelaksanaannya akan dilakukan tanpa keterpaksaan. Ada keikhlasan di dalamnya. Saya kira itu pelajaran besar yang bisa kita ambil dari Iduladha,” katanya.

Pelaksanaan Iduladha di lingkungan UPGRIS pun diharapkan membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain memperkuat spiritualitas civitas akademika, momentum kurban juga menjadi bentuk kepedulian sosial di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kepemimpinan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS diharapkan terus hidup di lingkungan kampus dan menjadi inspirasi dalam membangun pendidikan, organisasi, serta kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....