SMPN 1 Kedungwuni Lepas 285 Siswa Diwarnai Tradisi Siraman
- 23 Mei 2026 14:39 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Nguri-uri Budaya di Tengah Modernisasi, SMPN 1 Kedungwuni Lepas 285 Siswa dengan Tradisi Siraman
- Pelepasan Siswa SMPN 1 Kedungwuni Tahun Ajaran 2025/2026
RRI.CO.ID, Pekalongan - Pelepasan siswa kelas IX SMPN 1 Kedungwuni tahun ajaran 2025/2026 berlangsung berbeda dan sarat makna budaya, Sabtu 23 Mei 2026. Digelar di halaman sekolah, prosesi kelulusan tahun ini diwarnai tradisi siraman simbol penyucian diri.
Tidak sekadar seremoni perpisahan, tetapi juga menjadi ruang membangkitkan kesadaran generasi muda untuk menjaga budaya bangsa di tengah arus modernisasi. Nuansa tradisional tampak kuat sejak awal acara.
Berbagai kesenian daerah ditampilkan siswa, dipadukan dengan prosesi tradisi siraman dengan harapan agar para lulusan siap menapaki jenjang pendidikan berikutnya. Kepala SMPN 1 Kedungwuni, Khoirul Huda menegaskan, tantangan dunia pendidikan saat ini sangat kompleks.
Oleh karena itu penting untuk dikuatkan pendidikan karakter salah satunya lewat pelestarian budaya lokal yang merupakan bagian penting dari nasionalisme masa kini. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki identitas dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.
“Nguri-uri budaya merupakan bentuk nasionalisme saat ini,” tegasnya di hadapan siswa dan wali murid. Ia menilai derasnya pengaruh budaya luar harus diimbangi dengan penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya sendiri.
Karena itu, sekolah sengaja menghadirkan konsep pelepasan bernuansa tradisional agar siswa tidak tercerabut dari akar budaya daerahnya. Huda menambahkan, di tengah era digital yang serba modern, langkah SMPN 1 Kedungwuni menghadirkan pelepasan berbasis budaya dinilai menjadi pesan kuat bahwa tradisi tidak boleh sekadar menjadi tontonan, melainkan harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Heri Wibowo menyebutkan, sebanyak 285 siswa terdiri dari 124 putra dan 161 putri dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan dan lulus pada tahun ajaran 2026. Seluruh siswa dilepas dalam suasana haru sekaligus penuh kebanggaan.
"Momentum pelepasan ini juga menjadi pengingat bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang menjaga nilai, tradisi, dan jati diri bangsa," terangnya.
Tradisi siraman yang biasanya identik dengan adat Jawa menjelang pernikahan, kali ini dimaknai sebagai simbol perjalanan baru para siswa setelah menuntaskan pendidikan di tingkat SMP. Prosesi tersebut menjadi perhatian para orang tua dan tamu undangan yang memadati halaman sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....