Modal Masuki Dunia Hotel, Mahasiswa Pariwisata USM Dibekali Skill Ini
- 21 Mei 2026 10:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Dunia perhotelan tak cukup dijalani hanya dengan bekal teori di ruang kelas. Untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan industri hospitality, Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan table manner sebagai bagian dari pembelajaran praktik etika pelayanan berstandar hotel berbintang.
Pelatihan berlangsung di Hall Merapi Hotel Grasia Semarang, Rabu, 20 Mei 2026 dan diikuti mahasiswa kelas pagi maupun sore. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari praktik Mata Kuliah Layanan Divisi Makanan dan Minuman yang bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang pelayanan perhotelan.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Layanan Divisi Makanan dan Minuman Universitas Semarang, Desika Nur Jannah mengatakan, pelatihan itu memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai etika dan tata cara makan resmi sesuai standar perhotelan internasional. Mahasiswa mendapat materi sekaligus praktik langsung, mulai dari etika duduk, penggunaan peralatan makan yang benar, sikap tubuh yang sopan, hingga cara berkomunikasi dan bersikap profesional dalam jamuan resmi.
“Mahasiswa diberikan materi dan praktik mengenai tata cara table manner sesuai standar perhotelan. Dengan menghadirkan praktisi hotel secara langsung, mahasiswa mendapatkan wawasan aplikatif dan sesuai dengan standar industri,” kata Desika.
Menurutnya, pembelajaran praktik seperti ini penting bagi mahasiswa pariwisata karena tidak hanya memahami teori pelayanan, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam situasi formal yang lazim ditemui di industri perhotelan. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi, rasa percaya diri, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
General Manager Hotel Grasia Semarang, David Lesmana menilai mahasiswa pariwisata perlu terus mengasah keterampilan, sikap profesional, dan etika pelayanan. Hal ini menjadi modal utama untuk bersaing di industri perhotelan.
Ia berharap pelatihan tersebut menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami standar pelayanan hotel berbintang. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan itu juga dinilai mampu membentuk sikap profesional dan rasa percaya diri mahasiswa saat menghadiri maupun terlibat dalam jamuan resmi.
“Mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi situasi formal di dunia kerja. Khususnya di industri perhotelan dan pariwisata,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....