Gandeng Microsoft Elevate dan Alunjiva, UMK Gencarkan Literasi AI Inklusif
- 15 Mei 2026 15:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus- Upaya memperkuat kapasitas digital masyarakat terus dilakukan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Universitas Muria Kudus (UMK) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMK, Alunjiva Indonesia, dan Microsoft Elevate menggelar dialog publik serta pelatihan bertajuk Membangun Kapasitas Digital yang Inklusif melalui program EQUAL (Empower Equality AI Initiative) Batch 2.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UMK belum lama ini menyasar mahasiswa, pelaku UMKM, masyarakat umum, hingga penyandang disabilitas. Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus keterampilan pemanfaatan AI agar lebih inklusif dan dapat diakses semua kalangan.
Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara utama. Di antaranya Wakil Ketua MPR RI, Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M., Rektor Universitas Muria Kudus, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., serta Founder Alunjiva Indonesia, Nicky Clara.
Dalam paparannya, Lestari Moerdijat menyoroti pesatnya perkembangan penggunaan AI di Indonesia. Berdasarkan data periode 2025–2026, lebih dari 64 persen masyarakat Indonesia telah memanfaatkan teknologi AI dalam berbagai aktivitas.
Namun demikian, menurutnya akses terhadap teknologi digital masih belum merata, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, mayoritas penyandang disabilitas masih bekerja di sektor informal akibat terbatasnya akses pelatihan digital.
“Pemanfaatan AI akan memberikan akselerasi luar biasa bagi UMKM lokal dan kegiatan inklusif. Namun, kemampuan berpikir kritis tetap menjadi kunci agar kita mampu mengendalikan teknologi secara bertanggung jawab,” ujar Lestari melalui keterangan pers, Jumat, 15 Mei 2026.
Sementara itu, Rektor UMK Prof. Darsono mengingatkan pentingnya mencegah munculnya intelligence gap atau jurang kecerdasan digital. Hal itu diakibatkan oleh ketimpangan penguasaan teknologi di masyarakat.
Menurutnya, AI harus diposisikan sebagai co-pilot yang membantu produktivitas manusia, bukan menggantikan peran manusia sepenuhnya.“Pembangunan AI yang inklusif harus berpijak pada keadilan data dan aksesibilitas bagi semua lapisan masyarakat,” ujar Darsono.
Melalui program EQUAL Batch 2, peserta tidak hanya mendapatkan materi dialog publik. Akan tetapi, juga pelatihan praktis pemanfaatan AI untuk pengembangan usaha dan kreativitas digital. Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta memperoleh E-Certificate Badge resmi dari Microsoft.
Kolaborasi strategis antara UMK, Alunjiva Indonesia, dan Microsoft Elevate ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih adaptif dan inklusif. Selain itu, juga memperkuat daya saing masyarakat di tengah transformasi teknologi yang terus berkembang. (RK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....