Tak Sekadar Edit Video, Guru Diajak Manfaatkan CapCut untuk Mengajar
- 13 Mei 2026 13:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) berikan pelatihan Optimalisasi CapCut sebagai Media Pembelajaran Interaktif bagi Guru di SMK Yayasan Pharmasi Semarang, Selasa, 12 Mei 2026. Perkembangan teknologi digital menuntut guru lebih adaptif dalam menciptakan media pembelajaran kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini.
Ketua Tim PkM USM, Agus Edy Laksono mengatakan pelatihan dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan. Perkembangan teknologi menuntut guru lebih adaptif dalam menciptakan media pembelajaran kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini.
''Kehadiran media pembelajaran berbasis digital dinilai menjadi kebutuhan penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Lebih efektif dan menarik,'' katanya.
Agus menekankan pentingnya kemampuan guru dalam membuat konten digital sebagai media pembelajaran. Menurutnya, peserta didik saat ini hidup di tengah arus informasi digital.
Ia menekankan, guru perlu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan media yang dekat dengan kehidupan siswa. ''Video pembelajaran dinilai mampu menjadi sarana penyampaian materi yang lebih menarik, fleksibel, dan mudah dipahami,'' ujarnya.
Anggota tim, Natalia Sari Pujiastuti menjelaskan mengenai pengertian konten digital, jenis-jenis konten, serta karakteristik konten yang disukai anak-anak dan remaja. ''Konten pembelajaran yang efektif tidak hanya berisi materi, tetapi juga harus dikemas secara kreatif, singkat, komunikatif, serta mampu membangun perhatian audiens sejak awal tayangan,'' jelasnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh anggota tim lainnya, Suhariyanto. Ia membahas proses pembuatan konten sekaligus strategi optimalisasi konten melalui media sosial.
"Media sosial dapat dimanfaatkan guru sebagai sarana edukasi sekaligus ruang publikasi karya pembelajaran. Guru saat ini tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga dapat menjadi kreator edukasi digital yang mampu menyebarkan konten positif kepada masyarakat luas," katanya.
Kepala SMK Yayasan Pharmasi Semarang, Rahayu Wahananingtyas, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja sama antara sekolah dengan Universitas Semarang selama ini telah memberikan banyak manfaat bagi guru maupun siswa.
''Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Universitas Semarang karena selama ini sudah beberapa kali memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi guru maupun siswa di sekolah kami. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital,'' ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....