Mengenal El Nino Godzilla, Fenomena Iklim Ekstrem yang Ancam Indonesia

  • 10 Mei 2026 06:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Fenomena El Nino Godzilla kembali menjadi perhatian karena berpotensi memicu dampak iklim ekstrem di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Istilah ini merujuk pada kejadian El Nino dengan intensitas sangat kuat yang menyebabkan pemanasan suhu permukaan laut secara ekstrem dan berdampak besar terhadap pola hujan, suhu udara, hingga ketahanan pangan.

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang terjadi secara berkala. Namun, dalam kondisi tertentu, intensitasnya dapat berkembang jauh lebih kuat hingga dijuluki El Nino Godzilla. Istilah ini sempat populer untuk menggambarkan kejadian El Nino 2015–2016 yang tergolong salah satu yang terkuat dalam catatan modern.

Berdasarkan kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters, El Nino 2015–2016 memiliki karakteristik pemanasan laut yang sangat ekstrem dengan dampak global terhadap perubahan suhu, curah hujan, dan kejadian cuaca ekstrem di berbagai negara. Penelitian tersebut menyebut kekuatan fenomena ini dapat mengubah sirkulasi atmosfer secara signifikan sehingga memengaruhi pola musim di kawasan tropis, termasuk Asia Tenggara.

Di Indonesia, dampak paling terasa dari El Nino kuat umumnya berupa musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan fenomena El Nino dapat menyebabkan penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sumatra dan Kalimantan.

Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan di sektor pertanian dan mengganggu ketersediaan air bersih. Sawah tadah hujan menjadi lebih rentan mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air, sementara produktivitas pertanian dapat menurun sehingga berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan.

Laporan Food and Agriculture Organization (FAO) juga mencatat fenomena El Nino kuat kerap berkorelasi dengan penurunan hasil produksi pertanian di sejumlah negara berkembang akibat perubahan pola hujan dan meningkatnya suhu permukaan. Kondisi ini menuntut kesiapan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan distribusi air irigasi.

Selain ancaman terhadap sektor pangan, risiko kebakaran hutan dan lahan turut meningkat selama periode kemarau panjang. Vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menyebar, sementara asap kebakaran dapat berdampak pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas transportasi.

Di sisi lain, Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) menyebut perubahan pola iklim akibat El Nino juga dapat memunculkan cuaca yang tidak menentu. Beberapa wilayah dapat mengalami suhu panas lebih ekstrem, sedangkan wilayah lain justru berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi di luar pola musim biasanya.

Masyarakat diimbau mulai melakukan langkah antisipasi, seperti penghematan penggunaan air, menyesuaikan pola tanam, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran dan cuaca ekstrem. Pemahaman yang baik mengenai fenomena El Nino Godzilla dinilai penting agar dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dapat diminimalkan sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....