Universitas Semarang Kampanyekan Kesadaran Pentingnya Kesetaraan Gender
- 08 Mei 2026 14:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang (USM) kampayekan kesadaran dan pemahaman dasar terhadap pentingnya kesetaraan gender. Kampanye tersebut bertema ''Laki-laki Peduli, Perempuan Berdaya, Masyarakat Setara'' komunitas Pijar Remaja Masjid Jami’ Al Qodar, Sendangmulyo, Kota Semarang, pada Kamis, 7 Mei 2026.
Dosen pengampu Mata Kuliah Komunikasi Jender dan Minoritas , Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos. M.Si mengatakan kegiatan sebagai implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Kampanye tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman dasar terhadap pentingnya kesetaraan gender, sehingga laki-laki lebih peduli, perempuan lebih berdaya, dan masyarakat mencapai keseimbangan sosial.
Menurutnya, remaja dan pemuda dinilai sebagai kelompok yang perlu dibekali pengetahuan gender untuk mencegah ketidakadilan, membangun pola pikir inklusif. Selain itu dapat menerapkan nilai kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, tingkat pendidikan, komunitas, maupun masyarakat luas.
“Peserta diajak memahami pengertian kesetaraan gender, perbedaan antara seks biologis dan gender sebagai konstruksi sosial, perbedaan antara kesetaraan (equality) dan keadilan (equity), sistem patriarki yang sering menimbulkan dominasi, serta berbagai bentuk ketidakadilan gender seperti diskriminasi, stereotip, dan kekerasan berbasis gender. Pemahaman ini menjadi fondasi untuk menciptakan masyarakat setara yang menghargai kontribusi semua gender,'' katanya.
Wakil Dekan Fakultas Hukum USM, Dr. Tri Mulyani M.H dalam paparannya mengatakan, pihaknya memberikan materi tentang instrumen hukum kesetaraan gender . Mereka juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai kesetaraan gender berdasarkan aspek-aspek.
''Kesetaraan gender itu ada aturan adat, negara, agama, dan norma sosial, maka orang harus terus menuntut ilmu dan berpendidikan agar paham karena ilmu itu cahaya. Semakin banyak ilmu akan mampu memiliki mindset yang luas. Seseorang jika memiliki pola pikir yang luas akan bisa memahami segala sesuatunya dengan luas, sehingga akan paham apa yang dilakukan,'' ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta Komunitas Pijar menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dengan aktif mengajukan berbagai pertanyaan tentang penerapan kesetaraan dalam konteks agama dan budaya lokal, serta cara mengubah pola pikir patriarki sehari-hari.
Selain itu, peserta juga diajak mengikuti kegiatan refleksi dengan mengisi sejumlah pertanyaan survei yang telah disediakan panitia melalui pemindaian kode QR.''Hasil survei Mentimeter menunjukkan bahwa sebanyak 92 persen atau 23 orang peserta merasa sangat puas terhadap kampanye ini," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan tindakan nyata, mayoritas peserta juga menyampaikan bahwa ke depan mereka tidak akan membeda-bedakan orang lain. "Akan menghentikan praktik diskriminasi, menolak budaya patriarki, serta lebih menghargai setiap orang dengan memandang semuanya secara setara,'' ungkapnya.
Dia menambahkan, kegiatan itu menekankan pentingnya pendidikan gender untuk membangun masyarakat setara. Dia berharap, dengan mindset luas, generasi muda bisa menjadi agen perubahan yang peduli, berdaya, dan adil dalam relasi gender.
''Kegiatan kampanye ini menjadi wujud nyata peran aktif mahasiswa Ilmu Komunikasi FTIK USM dalam mengedukasi masyarakat mengenai isu jender dan minoritas melalui komunikasi strategis yang tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran, membuka ruang dialog, serta mendorong terciptanya pemahaman yang lebih inklusif, adil, dan setara di tengah masyarakat,'' ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....